Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Kondisi Bisnis dan Ekonomi Konsumen Triwulan I-2013 Secara Umum Meningkat

Jakarta, 07/05/2013 MoF (Fiscal) News – Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), kondisi bisnis dan ekonomi konsumen Indonesia pada Triwulan I-2013 meningkat. Ini tercermin dalam Indeks Tendensi Bisnis (ITB) pada Triwulan I-2013 yang mencapai 102,34 secara year-on-year (yoy). “Berarti kondisi bisnis masyarakat kita mengalami peningkatan dari triwulan sebelumnya,” ucap Kepala BPS Suryamin saat menyampaikan Indeks Tendensi Bisnis dan Indeks Tendensi Konsumen di kantor BPS, Jakarta, Senin (6/5).

Namun, optimisme para pelaku bisnis pada Triwulan I-2013 turun jika dibandingkan dengan Triwulan IV-2012 dengan nilai ITB yang mencapai 105,29. “Kuartal I, tingkat optimisme para pelaku bisnis dalam melihat potensi bisnis di Indonesia dibanding kuartal sebelumnya telah mengalami penurunan. Namun secara umum, Indeks Tendensi Bisnis kita mengalami peningkatan (secara year on year),” kata Suryamin.

Berdasarkan data BPS, peningkatan kondisi bisnis pada Triwulan I-2013 terjadi pada sektor pertambangan dan penggalian, pengangkutan dan komunikasi, serta sektor keuangan. Peningkatan tertinggi terjadi pada sektor pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan dengan nilai ITB sebesar 112,26. "Kondisi bisnis pada Triwulan I-2013 meningkat karena adanya peningkatan penggunaan kapasitas produksi/usaha (nilai indeks sebesar 103,82) dan pendapatan usaha (nilai indeks sebesar 101,42). Sedangkan rata-rata jumlah jam kerja relatif stagnan (nilai indeks sebesar 100,21),” jelasnya.

Indeks Tendensi Konsumen (ITK) nasional pada triwulan I-2013 sebesar 104,70 artinya kondisi ekonomi konsumen meningkat dari triwulan sebelumnya. Tingkat optimisme konsumen turun dibandingkan triwulan sebelumnya (nilai ITK sebesar 108,63). “Membaiknya kondisi ekonomi konsumen didorong oleh peningkatan pendapatan dan rendahnya pengaruh inflasi terhadap tingkat konsumsi,” ungkapnya. Sedangkan tingkat konsumsi bahan makanan, makanan jadi di restoran/rumah makan dan bukan makanan relatif tidak mengalami perubahan.

BPS juga mencatat perbaikan kondisi ekonomi konsumen di tingkat nasional terjadi karena adanya peningkatan kondisi ekonomi konsumen di semua provinsi (33 provinsi), di mana 17 provinsi diantaranya (51,52 persen) memiliki nilai indeks di atas nasional. “Provinsi yang memiliki nilai ITK tertinggi adalah Banten (nilai ITK sebesar 108,34). Sebaliknya, Provinsi Nusa Tenggara Timur tercatat memiliki nilai ITK terrendah, yaitu sebesar 101,53,” jelasnya. (ak)