Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Kondisi Ekonomi Relatif Stabil, Current Account Deficit dan Inflasi Dapat Diredam

Jakarta, 21/10/2013 MoF (Fiscal) News - Di tengah ketidakpastian global, kondisi perekonomian Indonesia saat ini telah relatif stabil, jika dibanding beberapa waktu lalu. Hal tersebut disampaikan Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo selepas rapat Forum Koordinasi Stabilisasi Sistem Keuangan (FKSSK), bersama Menteri Keuangan M. Chatib Basri, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Mirza Adityaswara, dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D. Hadad pada Jumat (18/10) malam.


Dengan terus memperkuat koordinasi dan kerja sama antara seluruh pihak, Agus bahkan optimistis, inflasi serta current account deficit (defisit neraca berjalan) dapat diredam, hingga berada di bawah level 2 persen di tahun 2015. Ia juga menegaskan, BI siap merespon dalam bentuk bauran kebijakan makroprudensial jika memang diperlukan untuk mengantisipasi krisis.


Agus menjelaskan, hingga kini BI terus melakukan hubungan kerja sama dengan bank-bank sentral negara tetangga. Agus mencontohkan, BI telah melakukan Billateral Currency Swap Agreement (BCSA) dengan Korea Selatan. Selain itu, BI juga telah melakukan penandatanganan kerja sama dengan 10 negara ASEAN di Washington DC untuk ASEAN Swap Agreement.


BI dan pemerintah juga akan berkomunikasi dengan investor dan perbankan sebagai upaya untuk meyakinkan pasar keuangan. "Salah satu prioritas yang terus dilakukan adalah meyakinkan pasar valuta asing kita itu lebih dalam dan lebih aktif. Oleh karena itu, upaya untuk memperkuat struktur instrumen dan kapasitas serta berkomunikasi dengan perbankan dan investor terus kita lakukan," jelas Agus. (ak)