Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Kondisi Global Tak Menentu, RI Optimistis Dengan Tak Koreksi Angka Pertumbuhan

 

Jakarta, 14/10/2011 MoF (Fiscal) News - Ketidakpastian kondisi perekonomian global di masa mendatang membuat berbagai negara dan lembaga keuangan dunia melakukan koreksi terhadap angka pertumbuhan ekonominya. "Angka pertumbuhan ekonomi kita tidak terkoreksi (tidak berubah), ini  sangat - sangat optimis," kata Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati di Jakarta, Kamis (13/10).

Pemerintah Indonesia, lanjut Anny, masih belum mengoreksi angka pertumbuhan ekonominya, dengan tetap berada di 6,7 persen. "Dengan perkembangan kondisi ekonomi global yang tidak menentu, mereka sudah mengoreksi pertumbuhan ekonomi turun setengah persen," sambungnya.

Terkait hal tersebut, Menteri Keuangan Agus D.W. Martowadojo mengusulkan dana hasil optimalisasi digunakan untuk membentuk cadangan risiko fiskal. "Ini dimaksudkan guna mengantisipasi potensi ketidakpastian perekonomian global di masa mendatang," kata Menkeu.

Menkeu menambahkan, Presiden dalam Sidang Kabinet tanggal 23 September yang lalu, telah mengarahkan agar  dana hasil optimalisasi digunakan untuk membentuk dana cadangan risiko fiskal dan mengurangi defisit anggaran 2012.

Menanggapi usulan pemerintah tersebut, aspirasi Badan Anggaran (Banggar) DPR pun masih terpecah. Ada yang mengusulkan dana tersebut digunakan untuk menambah anggaran belanja modal dan percepatan pembangunan infrastruktur. "Ada dua fraksi menyatakan tidak setuju (dengan usulan pemerintah), sementara tujuh fraksi lainnya minta untuk dikaji. Itu akan kami lakukan," kata Menkeu usai rapat kerja dengan Banggar.

Oleh karena itu, Kemenkeu (Pemerintah) dan Badan Anggaran (DPR) telah menyepakati untuk bersama - sama melakukan kajian kembali terkait rencana penggunaan dana hasil optimalisasi penerimaan dan belanja negara dalam  RAPBN 2012. "Kami siap melakukan kajian tentang kriteria penggunaan dana hasil optimalisasi anggaran," pungkasnya.(ak)