Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Konsumsi BBM Berlebih Akan Bebani APBN

 

Jakarta, 14/1/2013 MoF (Fiscal) News – Dalam rangka menjaga kesinambungan fiskal dannilai tukar rupiah, Pemerintah diharapkan dapat mengelola konsumsi Bahan Bakar Minyak(BBM) bersubsidi. Demikian dikatakan Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution saatmenghadiri rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI pada Senin (14/1), di Jakarta. "KonsumsiBBM yang terus meningkat di tengah semakin menurunnya produksi, akan terus mendorongpeningkatan impor. Sehingga ini akan semakin memperbesar defisit neraca perdagangan,"kata Darmin.

 

Ia mengungkapkan, dengan meningkatnya konsumsi BBM bersubsidi akan menambah bebanyang  berdampak pada beban subsidi pada APBN. "Kondisi ini tentu akan menimbulkanpersepsi negatif yang secara otomatis akan berdampak terhadap kesinambungan fiskal. Danpada gilirannya juga akan berpengaruh buruk terhadap nilai tukar rupiah," katanya.

Terkait inflasi pada tahun 2013, Darmin memaparkan, inflasi volatile food akan tetapterkendali. "Hal tersebut sejalan dengan perkiraan perbaikan produksi dan didukung olehperbaikan berbagai infrastruktur, seperti infrastruktur pertanian dan keterhubungan antarwilayah," jelasnya.

 

Sedangkan, inflasi administered prices diperkirakan lebih tinggi dari 2012. "Ini seiring denganadanya penyesuaian tarif tenaga listrik sebesar 15 persen di tahun 2013. Setelahmemperhitungkan dampak kenaikan UMP dan  TTL tersebut, maka inflasi IHK diperkirakanmasih berada pada kisaran sasaran inflasi di tahun 2013 yaitu 4,5 persen ± 1 persen,"ungkapnya. (ak)