Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Konversi Bahan Bakar di Peru Layak Ditiru


 
Jakarta, 10/01/2014 MoF (Fiscal) News - Program konversi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG) tidak hanya dilakukan oleh Indonesia. Negara Peru ternyata juga melakukan hal serupa. Bahkan, konversi bahan bakar di Peru tidak memakai uang negara, melainkan melalui mekanisme yang melibatkan perbankan. “Di Peru itu nggak pakai duit dari Pemerintah,” kata Menteri Keuangan (Menkeu) M. Chatib Basri di Jakarta, Jumat (10/1).


Menkeu menjelaskan bahwa Peru memanfaatkan bank untuk memberikan kredit kepada perusahaan produsen converter kit. Converter kit tersebut selanjutnya dibagikan kepada pemilik kendaraan secara cuma-cuma. “Yang dilakukan itu bank memberi kredit kepada perusahaan pembuat converter, lalu converter diberikan gratis.  Awalnya saya heran kok gratis, kebetulan waktu itu yang merancang namanya Silodski. Dia bilang ke saya, uangnya pasti balik," papar Menkeu.


Menkeu menambahkan, pada awalnya pemberian converter kit secara gratis dipandang akan merugikan perbankan. Namun, ternyata bank mengambil keuntungan dari hasil penjualan gas dengan biaya potongan tertentu. "Caranya adalah, jadi ketika dia jual gas, itu diberi persentase tertentu. Itu adalah buyback kepada bank. Jadi kalau diberi bank, itu kreditnya nggak bakal macet, orang kreditnya jualan gas. Orang sudah pakai converter masak iya dia nggak isi gas," ungkap Menkeu.


Sementara itu, terkait dengan pelaksanaan konversi bahan bakar di Indonesia, Menkeu mengatakan bahwa total dana konservasi energi untuk Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tahun ini mencapai Rp3 triliun. Menkeu memastikan, instansi yang bertanggung jawab memproduksi alat untuk peralihan ke BBG adalah Kementerian ESDM. "Anggarannya kita kasih ke (Kementerian) ESDM," ucapnya.

Berdasarkan pertemuan dengan Kementerian ESDM, konversi BBM ke BBG akan dijalankan untuk semua jenis kendaraan, baik pribadi maupun angkutan umum. "Konversi nanti buat semua (jenis kendaraan) dari BBM ke BBG. Pokoknya asal itu jalan saja tahun ini sudah bagus," ungkap Menkeu.(nic)