Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

KPU Tanjung Priok Tegah Barang Larangan Senilai Rp1 Miliar

Jakarta, 06/01/2016 Kemenkeu - Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea Cukai Tipe A Tanjung Priok berhasil menindak berbagai jenis barang larangan senilai Rp1 miliar. Barang-barang tersebut merupakan barang eks impor Kawasan Bebas (Free Trade Zone/ FTZ) Batam ke tempat lain, dalam daerah pabean secara illegal. Ini berarti barang tersebut tidak dilengkapi Pemberitahuan Pabean FTZ yaitu dokumen PPFTZ-01 dan outward manifest.


Penindakan ini berhasil dilakukan dengan kerja sama Bea Cukai Tanjung Priok, Bea Cukai Batam, dan dukungan dari Polres Pelabuhan Tanjung Priok. Barang-barang tersebut berupa minuman keras, tekstil dan produk tekstil, 1 unit motor machine “Grundfos” Marking DK-8850, 2 set underwater drone merk OpenROV, sparepart mesin, dan daging. Selain tak dilengkapi dokumen pabean, barang-barang yang diangkut KM. Kelud tersebut termasuk barang yang terkena ketentuan larangan dan/atau pembatasan (LARTAS).


Menurut Kepala Bea Cukai Tanjung Priok Fadjar Donny Tjahyadi, penegahan juga dilakukan kepada barang kiriman atau barang pindahan yang termasuk barang yang dilarang dan/atau dibatasi importasinya. “Sepanjang 2015 Bea Cukai Tanjung Priok melayani 4.625 dokumen importasi barang kiriman, 63 di antaranya kami tegah,” jelasnya. Barang tersebut berupa minuman keras, VCD dan majalah yang mengandung pornografi, sex toys, air softgun, replika pesawat bermesin, sepeda motor Honda, mini bike Motovox BMX10, serta chasis motor Harley Davidson.


Dari data, barang-barang tersebut berasal dari Jepang, Hongkong, Amerika Serikat, Malaysia, Korea Selatan, Belanda, Saudi Arabia, Pakistan, dan Inggris. Saat ini, barang-barang tersebut ditetapkan sebagai Barang yang Dikuasai Negara (BDN) yang kemudian diusulkan menjadi Barang Milik Negara (BMN) untuk dipergunakan sesuai peruntukannya. (as)