Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

KPUBC Tanjung Priok Gagalkan Ekspor Ilegal Satwa Dilindungi

Jakarta, 18/02/2016 Kemenkeu - Kantor Pelayanan Umum (KPU) Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok bekerjasama dengan Kepolisian Daerah Metro Jaya berhasil menggagalkan upaya ekspor ilegal satwa dilindungi, yaitu Cangkang Kerang Kepala Kambing (Cassis Cornuta). Barang yang ditegah tersebut berjumlah 4.268 pcs yang disembunyikan ke dalam 388 koli, dan diperkirakan bernilai Rp5,335 miliar.


Dari data yang dilansir, modus yang digunakan adalah dengan melakukan pemberitahuan ekspor secara tidak benar. Penegahan ini berawal dari adanya eksportasi barang yang diberitahukan sebagai cangkang kerang sebanyak 1 kontainer ukuran 20 kaki dengan tujuan Tiongkok. Pada dokumen pemberitahuan, uraian barang diberitahukan secara umum sebagai cangkang moluska, namun tidak diberitahukan secara spesifik jenis spesiesnya. Atas PEB tersebut, diindikasikan adanya pelanggaran peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan tumbuhan dan satwa liar.


Menindaklanjuti hasil analisa intelijen yang didapat, petugas kemudian menerbitkan Nota Hasil Intelijen (NHI) dan dilakukan pemeriksaan fisik bersama tim ahli Balai Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi DKI Jakarta. Dari hasil identifikasi, diperoleh kesimpulan bahwa moluska tersebut berasal dari spesies Kerang Kepala Kambing yang dikemas dalam 388 koli serta Kerang Bekel, Kerang Tedong-tedong, dan Kerang Bilaku yang dikemas dalam 41 koli.


Berdasarkan Lampiran Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa, Kerang Kepala Kambing adalah jenis Satwa Yang Dilindungi, dan masuk ke dalam Appendix II CITES (Convention on International Trade in Endangered Spesies of Wild Flora and Fauna). Upaya eksportasi tersebut melanggar Undang-Undang nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dengan ancama pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp100 juta. Tindak lanjut atas tegahan eksportasi satwa yang dilindungi ini akan diserahterimakan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam DKI Jakarta. (as)