Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Kuartal I-2013, Belanja Sektor Konstruksi Nasional Capai Rp72 Triliun

Jakarta, 05/04/2013 MoF (Fiscal) News - Belanja sektor konstruksi nasional hingga sepanjang kuartal I-2013 ditaksir telah mencapai sebesar Rp72 triliun atau sekitar 18 persen dari total belanja konstruksi nasional yang mencapai Rp400 triliun. Hal ini diungkapkan Ketua Umum Asosiasi Konstruksi Indonesia (AKI) Sudarto di Jakarta, baru baru ini.

Penyerapan tersebut, lanjutnya, diperkirakan masih akan bertambah, mengingat belum seluruh proyek infrastruktur telah dijalankan. “Saya kira hingga akhir kuartal I-2013 ini, belanja konstruksi nasional sudah 18 persen, tetapi ini masih rendah,” ungkapnya.

Pada tahun ini belanja konstruksi nasional ditaksir sebesar Rp 400 triliun atau naik 20% dibanding tahun lalu yang sebesar Rp330 triliun dan tahun 2011 yang sebesar Rp250 triliun. Perkiraan belanja konstruksi tahun ini berasal dari proyek konstruksi yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp93 triliun, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Rp40 triliun, Badan Usaha Milik Negara (BUMN)/Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Rp97 triliun, dan swasta Rp170 triliun. "Nilai dari APBN ini memang lebih rendah dari swasta, tapi tetap dibutuhkan untuk men-trigger pembangunan," tandas Sudarto.

Ia menambahkan, peningkatan belanja konstruksi nasional sejak tahun 2011 menandakan pemerintah berkomitmen dalam pengembangan infrastruktur sebagai penunjang aktivitas ekonomi. "Itu direfleksikan dalam APBN 2013 yang 11,76 persen dari total Rp1.657,9 triliun untuk infrastruktur," ungkapnya.

Menurut Sudarto, sektor konstruksi memang menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi. Hal itu terlihat dari kontribusi sektor konstruksi yang sebesar 8 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2011, dan 10 persen pada tahun 2012. Sementara, untuk tahun ini kontribusinya diperkirakan mencapai 11-12 persen dari PDB.
(ak)