Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Kumpulkan Stakeholders, Kemenkeu Bangun Optimisme Perekonomian 2016

Jakarta, 05/02/2016 Kemenkeu - Sebagai sarana komunikasi dan penyebaran informasi semi formal antara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dengan para pemangku kepentingan terkait outlook perekonomian Indonesia tahun 2016, Kementerian Keuangan menggelar acara Stakeholders Gathering: Optimisme Perekonomian 2016 pada Kamis (4/2) malam di Aula Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jakarta.

Acara ini dihadiri oleh sekitar 300 undangan, yang terdiri atas mitra kerja Kemenkeu dari kementerian/lembaga, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Lembaga Penjamin Simpanan, pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), pimpinan perusahaan nasional dan multinasional, para akademisi, para pengamat ekonomi, dan para pemimpin media cetak dan elektronik nasional dan internasional.

“Dari interaksi tersebut, masing-masing pihak diharapkan dapat memiliki pemahaman yang proporsional terhadap kondisi perekonomian Indonesia, (sehingga) mampu bersinergi untuk memberikan kontribusi positif bagi perkembangan perekonomian dan pembangunan,” ungkap Sekretaris Jenderal Kemenkeu Hadiyanto dalam sambutannya.

Mengambil momentum awal tahun 2016, acara ini juga dimaksudkan agar semua pihak secara dini mampu membangun optimisme untuk menghadapi setiap situasi ekonomi, baik global maupun domestik, dengan tetap mewaspadai segala kompleksitas dan kecepatan perubahannya.

Pada kesempatan ini, Kemenkeu juga melakukan peluncuran aplikasi iOS dan android e-magazine Media Keuangan, yang pada Januari 2016 lalu telah menerbitkan edisi ke-100. Hingga saat ini, 11.000 eksemplar majalah yang merupakan media komunikasi kebijakan fiskal dan pembangunan ekonomi ini telah tersebar ke berbagai stakeholders internal dan eksternal Kementerian Keuangan.

“Kami ingin menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada para stakeholders yang telah memberikan kontribusi dan menjadi mitra pengguna Media Keuangan. Selanjutnya, tentu kami juga menyadari ada banyak keterbatasan yang harus dilengkapi sehingga untuk ke depannya, Media Keuangan baik dalam bentuk hard copy maupun aplikasinya dapat menjangkau pengguna yang lebih luas dan memuat konten yang semakin berkualitas,” pungkasnya.(nv)