Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Kunjungi Indonesia, Delegasi Pemerintah Mesir Pelajari INSW

Jakarta, 15/03/2016 Kemenkeu - Delegasi Pemerintah Mesir melakukan kunjungan kerja ke Indonesia terkait sistem Indonesia National Single Window (INSW). Kunjungan yang bertujuan untuk mempelajari pembangunan INSW ini akan dilakukan pada 14-18 Maret 2016.

Dalam bidang single window, Indonesia memang relatif lebih maju dari Mesir. Oleh karena itu, Pemerintah Mesir berkepentingan untuk bertukar pengalaman dengan Indonesia mengenai upaya pengembangan sistem INSW dalam rangka meningkatkan fasilitasi dan efektivitas pengawasan ekspor/impor di negaranya.

Pada Senin (14/3) kemarin, delegasi Mesir yang dipimpin oleh Deputy Minster of Trade and Industry/Chairman of the General Organization for Import and Export Control General Eng. Mohamed Alaa Abdel-Karim bertemu dengan jajaran pimpinan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) serta Pengelola Portal (PP) INSW.

Pertemuan tersebut difokuskan pada penjelasan mengenai pengoperasian sistem INSW untuk mengintegrasikan pelayanan perizinan Kementerian/Lembaga (K/L) secara elektronik, termasuk inhouse system bea dan cukai (CEISA). Hal ini penting untuk mempercepat proses penyelesaian kepabeanan (customs clearance). Selain itu, pertemuan juga membahas mengenai pengalaman Indonesia dalam mengatasi masalah ekspor/impor ilegal (penyelundupan), termasuk mengenai peran sistem teknologi informasi seperti INSW dan CEISA dalam mencegah penyelundupan tersebut.

Dalam kunjungan ini, delegasi Pemerintah Mesir juga dijadwalkan melakukan kunjungan lapangan ke beberapa fasilitas ekspor/impor yang ada di Jakarta dan sekitarnya, seperti fasilitas Bea Cukai di Pelabuhan Tanjung Priok, fasilitas Karantina di Bandara Sukarno-Hatta, fasilitas Dryport Cikarang dan data center INSW yang dikelola oleh PT Electronic Data Interchange Indonesia.

“Mesir merupakan negara pertama yang mengajukan permintaan untuk belajar INSW ke Indonesia, berikutnya ada negara Rusia dan Kolombia,” demikian dikatakan Kepala PP INSW Djadmiko dalam sambutannya, sebagaimana dikutip dari situs resmi DJBC.

Sebagai informasi, sistem INSW sendiri saat ini telah mengintegrasikan pelayanan perizinan secara elektronik dari 18 instansi penerbit perizinan pada 15 K/L. Sistem INSW telah diimplementasikan pada 21 pelabuhan/bandara utama di Indonesia, dan mencakup lebih dari 92 persen dari total transaksi ekspor/impor nasional.

Tujuan utama penerapan sistem INSW adalah untuk mempercepat layanan yang terkait dengan ekspor/impor serta meminimalkan waktu dan biaya yang dibutuhkan dalam melakukan kegiatan tersebut. Selain itu, sistem INSW juga dapat meningkatkan validitas dan akurasi data/informasi yang terkait dengan ekspor/impor.(nv)