Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Kurangi Kemiskinan dan Dorong Pertumbuhan dengan Program Financial Inclusion



Jakarta, 16/12/2013 Mof (Fiscal) News - Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan dan kendala dalam upayanya mengurangi kemiskinan serta mempercepat pertumbuhan ekonomi. Salah satu alternatif upaya yang dapat ditempuh dalam sektor keuangan adalah melalui program financial inclusion, yaitu  melakukan kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk menghilangkan segala bentuk hambatan terhadap akses masyarakat dalam menggunakan atau memanfaatkan layanan jasa keuangan.


Dalam pidatonya pada acara International Workshop of Financial Inclusion di Aula Djuanda Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (16/12), Menteri Keuangan (Menkeu) M. Chatib Basri menyampaikan bahwa melalui program financial inclusion, pemerintah melakukan berbagai upaya guna meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, infrastruktur, dan perluasan akses masyarakat terhadap lembaga/jasa keuangan. Berbagai langkah inovatif perlu dilakukan untuk menciptakan saluran-saluran baru sektor keuangan seperti bank, pasar modal, asuransi, dan dana pensiun. “Sekitar 85 persen masyarakat Indonesia tak memiliki rekening bank. Padahal mereka tidak bisa lepas dari kegiatan transaksi keuangan,” kata Menkeu.


Potensi pasar yang besar ini perlu mendapat perhatian serius. Dengan program tersebut, lembaga dan pasar keuangan diharapkan dapat memberikan kesempatan pada masyarakat untuk memperoleh manfaat dan keuntungan dari kegiatan investasi/finansial, sehingga dapat mendorong pertumbuhan, meningkatkan distribusi pendapatan, dan mengurangi angka kemiskinan di Indonesia.(fr)