Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Lagi, Bea Cukai Gagalkan Impor Tekstil Ilegal dari Tiongkok

Jakarta, 09/11/2015 Kemenkeu - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai kembali berhasil menggagalkan impor tekstil dan produk tekstil ilegal. Penggagalan dilakukan atas upaya impor ilegal empat kontainer tekstil dan produk tekstil ilegal asal Tiongkok yang merugikan negara miliaran rupiah.

Menurut Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro, penggagalan impor tekstil ilegal ini merupakan hasil pengembangan dari kasus serupa yang terjadi bulan lalu. Seperti diketahui, pada 2 Oktober 2015, Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai (KPU BC) Tanjung Priok dan Kantor Wilayah DJBC Jawa Barat yang bekerja sama dengan aparat kepolisian berhasil menggagalkan impor tekstil ilegal dari Tiongkok yang merugikan negara senilai Rp2,3 miliar.

“Impor ilegal tekstil dan produk tekstil sebanyak empat kontainer ukuran 40 feet dari China (Tiongkok) ini merupakan follow up dari (kasus) yang sebelumnya, yang dulu ditinjau langsung oleh Bapak Presiden,” ungkap Menkeu dalam konferensi pers di Kantor Pusat Kementerian Keuangan, Jakarta pada Senin (9/11).

Pelaku impor ilegal ini sendiri adalah PT KYIH, perusahaan pengguna fasilitas Kawasan Berikat. Perusahaan ini disinyalir melakukan pelanggaran kepabeanan berupa pembongkaran barng impor yang masih dalam pengawasan pabean di tempat selain di tempat tujuan yang ditentukan dan/atau diizinkan. Selain itu, PT KYIH juga melakukan pelanggaran berupa penyampaian pemberitahuan pabean dan/atau dokumen pelengkap pabean yang palsu atau dipalsukan.

“Potensi kerugian negara yang dari tindakan impor ini sebesar Rp3,3 miliar, terutama dari bea masuk yang tidak dibayarkan,” ungkap Menkeu. Impor ilegal tekstil ini sendiri diduga melanggar Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan. Ia menambahkan, sebagai tindak lanjut, tengah dilakukan proses penyelidikan dan penyidikan atas kasus ini, dengan koordinasi bersama kepolisian dan kejaksaan.(nv)