Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Langkah Indonesia Untuk Dukung KPBU

Jakarta, 18/10/2016 Kemenkeu - Indonesia sedang giatnya melakukan pembangunan infrastruktur. Dengan anggaran belanja terbatas dalam APBN, kekurangan dana tersebut disasar melalui skema Public-Private Partnership (PPP) atau Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU). Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, investasi di Indonesia telah mengalami peningkatan melalui skema KPBU.


“Di Indonesia, kami telah membuat langkah besar untuk menciptakan keadaan yang kondusif bagi KPBU dalam beberapa tahun terakhir. Tahun ini, kami telah memberikan 8 kontrak proyek, 3 diantaranya telah mencapai financial close. Mereka adalah pembangkit listrik Jawa Tengan, dan proyek Palapa Ring Broadband paket Barat dan Tengah,” jelas Menkeu saat berbicara di “7th World Bank-Singapore Infrastructure Finance Summit Connectivity and Sustainability in an Era of Volatile Markets and Disruptive Technologies", pada Senin (17/10).


Kementerian Keuangan telah menyusun kebijakan fiskal yang penting untuk menyediakan dukungan pemerintah bagi proyek KPBU. Project Development Facility and Viability Gap Funds telah disusun untuk mengembangkan proyek dan memastikan kemampuan finansialnya, agar proyek tersebut menarik. Pemerintah juga mengenalkan Availability Payment sebagai sebuah mekanisme yang memungkinkan kredibilitas finansial dari proyek. (as)