Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Langkah-langkah Pemerintah untuk Stabilisasi Harga Pangan

Jakarta, 11/07/2013 MoF (Fiscal) News – Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menggelar rapat koordinasi rutin stabilisasi harga bahan pangan pokok dan ketersediaan dalam rangka menghadapi bulan puasa, lebaran dan natal. Rapat yang melibatkan beberapa kementerian terkait tersebut berlangsung di Gedung A.A. Maramis, Jakarta pada Rabu (10/7).

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan bahwa dalam beberapa pekan terakhir, terjadi kenaikan harga bahan pangan yang cukup signifikan. “Cabai rawit pada minggu kedua Juni naik mencapai 63,3 persen dari harga Rp27.000 per kilo gram sekarang menjadi Rp41.000 per kilo gram. Bawang merah naik 49,08 persen dari Rp32.421 per kilo gram menjadi Rp48.213 per kilo gram, daging ayam dari Rp28.000 per kilo gram menjadi Rp34.000 per kilo gram, serta telur ayam ras dari Rp18.211 per kilo gram naik 9,2 persen menjadi Rp19.108 per kilo gram,” jelas Hatta Rajasa.

Dengan lonjakan harga tersebut, pemerintah akan melakukan langkah-langkah antisipatif, antara lain memberikan izin impor cabai dan bawang, mempercepat pemasukan daging impor sebanyak 3.000 ton ke dalam negeri melalui pesawat terbang dan kapal laut, serta melakukan upaya agar pakan ternak menjadi lebih murah (untuk daging ayam dan telur ayam ras). Upaya-upaya tersebut dilakukan untuk menstabilkan harga dan meredam lonjakan harga pasca-kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Sementara, untuk stok beras, pemerintah menyatakan bahwa stok dalam negeri aman hingga 12 bulan ke depan, yaitu sebesar 2,9 juta ton. Dengan jumlah stok tersebut, Badan Urusan Logistik (Bulog) memiliki kemampuan untuk melakukan intervensi pasar melalui operasi pasar.(fg)