Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Lebih Rendah dari Tahun 2014, Inflasi 2015 Tercatat 3,35 Persen

Jakarta, 15/01/2016 Kemenkeu - Inflasi 2015 tercatat sebesar 3,35 persen (yoy), lebih rendah dari realisasi inflasi tahun 2014 serta berada dalam kisaran sasaran inflasi 2015 yang ditetapkan pemerintah, yaitu sebesar empat plus minus satu persen (yoy).

Pencapaian sasaran inflasi tersebut tidak terlepas dari kebijakan pengendalian inflasi yang ditempuh oleh Bank Indonesia (BI) dan pemerintah, termasuk dengan semakin solidnya koordinasi yang dilakukan melalui Tim Pengendali Inflasi (TPI) dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).

Sementara itu, inflasi inti tercatat sebesar 3,95 persen (yoy), yang juga tergolong rendah. Inflasi volatile food juga tercatat cukup rendah di tengah terjadinya gejala El Nino, yaitu sebesar 4,84 persen (yoy).

“Hal ini seiring dengan semakin kuatnya koordinasi Pemerintah dan Bank Indonesia dalam mendorong peningkatan produksi dan memperbaiki distribusi serta meminimalkan berbagai distorsi harga bahan pangan,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara dalam keterangan resminya pada Kamis (14/1) kemarin.

Selain itu, kelompok administered prices juga mencatatkan inflasi yang rendah, yakni 0,39 persen (yoy), yang didukung oleh reformasi subsidi berupa penyesuaian harga bahan bakar minyak dan LPG 12 kilo gram serta penyesuaian tarif listrik, di tengah menurunnya harga minyak dan gas global.

Ia menambahkan, BI dan pemerintah akan terus menjaga inflasi tetap terkendali. “Ke depan, inflasi akan dijaga pada sasaran inflasi yang telah ditetapkan, yaitu sebesar 4 plus minus 1 persen pada 2016-2017 dan 3,5 plus minus 1 persen pada 2018,” jelasnya.(nv)