Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

LPEI Gandeng PT WIKA dan PT DI Lebarkan Pembiayaan Hingga ke Afrika

Nusa Dua, 21/08/2019 Kemenkeu – Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) bekerja sama dengan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) untuk menggarap beberapa proyek di Afrika. Peresmian kerjasama ini akan dilakukan dalam rangkaian acara Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue (IAID) 2019 di Nusa Dua, Bali, 20-21 Agustus 2019. 

Dalam kerjasama ini, LPEI berkomitmen untuk mendukung 3 proyek PT WIKA sebesar USD356 juta yaitu:  

(1) Proyek pembangunan pelabuhan terminal liquid (bulk liquid terminal) di Zanzibar – Tanzania senilai USD40.000.000; 
(2) Proyek pembangunan kawasan bisnis terpadu (mixed used complex - Goree Tower) di Senegal senilai USD250.000.000; 
(3) Proyek pembangunan rumah susun (social housing) di Pantai Gading senilai USD66.000.000.

Ketiga proyek pembangunan infrastruktur PT WIKA di Afrika merupakan salah satu bentuk ekspor jasa. Nilai bisnis proyek ini masih dapat meningkat karena total nilai proyek untuk pelabuhan di Zanzibar sebesar USD190 juta, dan pembangunan rumah susun di Pantai Gading bernilai total USD200 juta.

Selain itu, LPEI juga menandatangani Nota Kesepahaman dengan PT DI yang mencakup pembiayaan modal kerja kepada PT DI maupun fasilitas buyer’s credit untuk calon pelanggan PT DI di Kawasan Afrika. 

Penandatanganan Nota Kesepahaman dengan PT DI merupakan ekspor barang yang juga dapat difasilitasi dengan skema buyer’s credit. Pemberian fasilitas buyer’s credit hanya dapat disediakan oleh LPEI dengan tujuan untuk meningkatkan ekspor Indonesia dari sisi pembeli atau demand side. Skema ini merupakan peran LPEI sebagai ‘fill the market gap’.

Buyer’s credit merupakan fasilitas overseas financing dalam bentuk pembiayaan modal kerja dan/atau investasi yang diberikan LPEI kepada pembeli di luar negeri untuk membeli barang dan/atau jasa yang diproduksi di Indonesia. Buyer’s credit merupakan fasilitas yang disediakan oleh LPEI dengan tujuan untuk meningkatkan ekspor Indonesia dari sisi pembeli (demand side).

Selain itu, juga dilakukan penandatanganan Uncommitted Framework Agreement on Bank Line Facility senilai USD50 juta antara LPEI dengan Development Bank of the Central African States (BDEAC). 

Tujuan penandatanganan ini untuk mendukung proyek-proyek pembangunan dan infrastruktur yang akan menggunakan jasa kontraktor Indonesia serta pembelian barang / jasa dari Indonesia di negara-negara CEMAC (The Central African Economic and Monetary Community). CEMAC beranggotakan 6 negara yaitu Gabon, Cameroon, the Central African Republic (CAR), Chad, the Republic of the Congo dan Equatorial Guinea. 

Selain menyediakan fasilitas pembiayaan, LPEI juga dapat memberikan pendampingan dalam bentuk capacity building serta technical assistance. (nr/ds)