Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

LPS Likudiasi PT BPR Argawa Utama

 

Jakarta, 18/05/2010 MoF (Fiscal) News - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencabut izin usaha Bank Perkreditan Rakyat (BPR) PT BPR Argawa Utama yang berlokasi Badung, Bali pada Selasa, (18/05). Hal ini dilakukan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Bank Indonesia Nomor 12/38/KEP.GBI/2010 mengenai pencabutan izin usaha oleh Bank Indonesia (BI) terhadap perseroan tersebut mulai tanggal 18 Mei 2010.

Direktur Eksekutif LPS Firdaus Djaelani dalam keterangannya memaparkan, “Izin usaha PT BPR Argawa Utama tersebut dicabut mengingat BPR tersebut tidak dapat disehatkan kembali, tidak memiliki prospek usaha yang baik.” Berdasarkan hasil analisis tersebut, lanjut Firdaus, biaya tidak menyelamatkan BPR lebih rendah daripada biaya penyelamatannya. 

Dengan dikeluarkannya SK tersebut, maka LPS dapat melakukan fungsi penjaminan dan proses likuidasi. Tahap awal, LPS akan melakukan proses rekonsiliasi dan verifikasi atas dana simpanan nasabah, guna menetapkan simpanan yang layak bayar dan tidak layak dibayar.  Proses rekonsiliasi dan verifikasi tersebut akan selesai paling lama 90 hari sejak tanggal izin usaha perseroan tersebut dicabut. Selanjutnya, Lembaga ini akan mengambil alih wewenang PT BPR Argawa Utama dan menetapkan statusnya sebagai bank dalam likuidasi dengan membentuk tim likuidasi. (uno)