Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
Direktur Jenderal (Dirjen) PPR Luki Alfirman pada acara Pembukaan Masa Penawaran Sukuk Negara Ritel seri SR-010 di Main Hall Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta pada Jumat (23/10).

Masa Penawaran Sukuk Ritel SR-010 Telah Dibuka

Jakarta, 23/02/2018 Kemenkeu - Mulai hari ini setiap individu Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah memiliki Kartu Tanda Penduduk dapat berinvestasi pada Sukuk Ritel seri SR-010. Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah membuka masa penawaran Sukuk Negara Ritel seri SR-010.

Masa penawaran akan dimulai dari 23 Februari – 16 Maret 2018. Sukuk Negara Ritel seri SR-010 diterbitkan dengan akad Ijarah Asset to be Leased, dan telah mendapatkan Pernyataan Kesesuaian Syariah dari Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia Nomor B-119/DSN-MUI/II/2018 tanggal 9 Februari 2018.

"Pada hari ini kami berencana meluncurkan launching membuka masa penawaran sukuk negara ritel seri SR-010 yang kali ke 10 kita menerbitkan Sukuk Ritel. Kita patut syukuri negara indonesia dengan kondisi sangat baik, selama 7 tahun kebelakang mengalami penurunan kemudian sudah mulai bangun lagi 2 tahun terakhir, fundamental kita sangat terjaga, formasi struktural kita sangat terjaga itu memberikan kepercayaan bagi investor untuk terus berinvestasi di indonesia," jelas Direktur Jenderal (Dirjen) PPR Luki Alfirman pada acara Pembukaan Masa Penawaran Sukuk Negara Ritel seri SR-010 di Main Hall Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta pada Jumat (23/10).

Sukuk Ritel merupakan Surat Berharga Syariah Negara (Sukuk Negara) yang ditujukan bagi individu WNI, dan dimaksudkan sebagai upaya Pemerintah untuk (i) melakukan diversifikasi instrumen pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara; (ii) memperluas basis investor di pasar domestik; (iii) mendukung pengembangan pasar keuangan syariah; dan (iv) memperkuat pasar modal Indonesia dengan mendorong transformasi masyarakat dari savings-oriented society menuju investment-oriented society. Tahun lalu, 2017 realisasi defisit APBN mencapai 2,48% PDB tahun ini kami targetkan di APBN tahun 2018 defisit kita set di level 2,19% dari PDB. Bagaimana kita membiayai defisit tadi adalah dengan penerbitan Surat Berharga Negara. Kita bangun juga bahwa SBN ini banyak variasi kemudian kita menerbitkan konvensional dan syariah," papar Dirjen PPR.

Kehadiran Sukuk Negara Ritel dapat memberikan alternatif investasi berbasis syariah kepada masyarakat Indonesia. Hasil penerbitan Sukuk Negara Ritel akan digunakan untuk membiayai pembangunan berbagai proyek/kegiatan APBN 2018.

"Saat ini kita juga mendorong pembiayaan dalam bentuk syariah, tahun ini kita ada dikisaran 25% akan datang dari pembiayaan dalam bentuk surat berharga SBSN (Surat Berharga Syariah Negara). Tapi kita juga mempunyai tujuan lain, kita menerbitkan surat utang negara ini tadi kan hanya ditargertkan invest terbesar koorporasi. Jadi (melalui Sukuk RItel) ikut mengajak masyarakat indonesia untuk ikut membangun dan berpartisipasi termasuk juga pembangunan infrastruktur," pungkasnya.

Bagi masyarakat yang berminat membeli Sukuk Negara Ritel seri SR-010 dapat menghubungi 22 Agen Penjual yang telah ditunjuk oleh Pemerintah. Informasi tersebut dapat diakses pada www.kemenkeu.go.id/sukukritel. (rsa/rsa)