Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

MEF dan Pemberdayaan Industri Pertahanan Nasional




Jakarta, 18/01/2012 MoF (Fiscal) News –
Wakil Menteri Keuangan 1 Anny Ratnawaty menegaskan dua hal yaitu prioritas peningkatan kemampuan ketahanan menuju Minimun Essential Force (MEF) dan pemberdayaan industri pertahanan nasional. Hal ini sejalan dengan tema Rapat Pimpinan Mabes TNI yaitu dengan komitmen dan konsistensi yang tinggi TNI bertekad melanjutkan Reformasi Birokrasi dan Pembangunan Kekuatan Pokok Minimum (MEF).

Berdasarkan postur APBN 2012, proporsi belanja Kementerian Pertahanan sebesar Rp72,5 triliun. Wamen sebagai anggota Tim Evaluasi dan Pengawasan Penyerapan Anggaran (TEPPA) ingin memastikan bahwa seluruh proses belanja bisa dipercepat pada kuartal pertama tahun 2012.

Pemerintah telah menyiapkan anggaran Kemenhan khusus alutsista dalam konteks MEF di RPJMN adalah sebesar Rp99 triliun dan penambahan sebesar Rp57 triliun. “Jadi sebetulnya kalau berbicara persoalan MEF sudah dibuat blue print-nya, hanya sekarang memastikan program-program yang ada di blue book diterjemahkan ke dalam green book kemudian nanti dibuat kegiatannya dan alokasi pembiayaan”, ujar Anny.

Terkait pagu pinjaman untuk alutsista hingga tahun 2014, pemerintah juga telah menetapkan total pagu pinjaman luar negeri sebesar USD7,4 miliar dan total pinjaman dalam negeri sebesar Rp4 triliun. Kebijakan pengadaan pinjaman luar negeri ini dilakukan karena kebutuhan alutsista sebagian besar belum dapat diproduksi di dalam negeri, termasuk untuk join production. Sedangkan pengadaan pinjaman dalam negeri dilakukan untuk mendukung industri dalam negeri yang dapat memenuhi kebutuhan alutsista. (IK)