Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Melalui Sidang Tahunan IDB, RI Bertekad Tingkatkan Peranan Ekonomi Syariah

Jakarta, 12/05/2016 Kemenkeu - Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Makro Ekonomi dan Keuangan Internasional Andin Hadiyanto menilai, sebagai negara dengan mayoritas penduduk muslim terbesar di dunia, peranan ekonomi syariah di Indonesia masih relatif terbatas.

“Saat ini, peranan ekonomi syariah di Indonesia mohon maaf masih sangat terbatas, kurang lebih sekitar lima persen,” katanya dalam konferensi pers terkait Sidang Tahunan Islamic Development Bank (IDB) ke-41 yang diselenggarakan di Hotel Borobudur, Jakarta pada Rabu (11/5).

Oleh karena itu, ia berharap, melalui sidang tahunan IDB ke-41 yang akan diselenggarakan pada 15-19 Mei 2016 di Jakarta, Indonesia dapat memanfaatkan kesempatan yang baik tersebut untuk meningkatkan kapasitasnya dalam pengembangan ekonomi syariah.

“Ini akan menjadi kesempatan yang baik bagi Indonesia untuk meningkatkan kapasitasnya, (karena) ada 56 negara, ada berbagai macam expert, profesional, pengusaha di bidang ekonomi syariah, yang mana kita bisa mengambil manfaat dari forum ini,” ungkapnya.

Ia berharap, ke depan, Indonesia dapat menjadi salah satu kiblat ekonomi syariah di dunia dan dapat menjadi contoh bagi negara-negara lain.(nv)