Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati meluncurkan sebuah publikasi mengenai pelaksanaan APBN 2017 yang dinamakan "APBN KiTa (Kinerja dan Fakta)" di aula Mezzanine, Gd Juanda 1, Kementerian Keuangan (15/01)

Mengawal APBN Melalui APBN KiTa

Jakarta, 16/01/2018 Kemenkeu - Realisasi APBN 2017 menunjukkan suatu kinerja yang positif dan menggembirakan. Demikian diungkapkan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati pada konferensi pers APBN KiTa di Mezzanine gedung Juanda I, Senin (15/01).

Dokumen APBN Kinerja dan Fakta (KiTa) yang dapat di unduh pada www.kemenkeu.go.id/APBNkita bertujuan memberikan data secara kontinu dan secara menyeluruh atas pelaksanaan APBN yang akan diterbitkan secara rutin setiap pertengahan bulan.

Realisasi penerimaan pajak dalam APBN-P 2017 tercermin dari penerimaan pajak dan bea cukai yang meningkat dari tahun sebelumnya. Dari sektor penerimaan pajak tercatat adanya realisasi sebesar Rp1.147,5 triliun atau meningkat sebesar 89,4% dari target APBN-P 2017.

Tercatat bahwa pertumbuhan penerimaan yang dikelola Direktorat Jenderal Pajak (DJP) adalah sebesar 15,5% dimana angka ini merupakan tertinggi selama 5 tahun terakhir.

Pencapaian tersebut tak lepas dari kinerja DJP dalam melaksanakan beberapa program di antaranya Tax Amnesty.

“Melalui Tax Amnesty yang ditutup pada akhir Maret 2017 lalu, harta yang dideklarasikan tercatat sebesar Rp4.884 triliun, Wajib Pajak yang melapor sebanyak 973.426 Wajib Pajak dengan jumlah uang tebusan sebesar Rp114 triliun di tahun 2016 dan Rp12 triliun di tahun 2017,” kata Robert Pakpahan, Direktur Jenderal Pajak (Dirjen Pajak).

Capaian lainnya yang diperoleh oleh DJP adalah telah dipenuhinya syarat Automatic Exchange of Information di tahun 2018 berupa Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2017 mengenai akses informasi keuangan.

“Tak hanya itu, di tahun 2017, DJP juga menyelesaikan beberapa aturan yang seyogyanya mampu membuat kinerja DJP menjadi lebih efisien di tahun 2018, di antaranya UU No 9 Tahun 2017 mengenai akses informasi keuangan, dengan demikian Indonesia telah memenuhi syarat Automatic Exchange of Information di tahun 2018,” tambahnya.

Di sisi lain, penerimaan Bea dan Cukai mencapai Rp192,3 triliun atau tercatat sebesar 101,7% dari target APBN-P 2017. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga tercatat melebihi target APBN-P 2017 yang mencapai Rp308,4 triliun atau 118,5% dari target.

 Diungkapkan oleh Menkeu bahwa semua ini merupakan hasil kerjasama semua unit Kemenkeu dalam menjaga APBN 2017. Nantinya laporan APBN yang dipublikasikan melalui APBN KiTa akan menjadi update bulanan agar masyarakat ikut mengawal posisi pelaksanaan APBN di tahun 2018. (dra/ind/nr)