Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Menikmati Air Bersih dari Dana Desa

Flores Timur, 10/02/2017 Kemenkeu –  Dana Desa secara bertahap telah membangun desa tertinggal. Krisis air bersih yang terjadi di Desa Wailolong, Kecamatan Ile Mandiri, Kabupaten Flores Timur, kini teratasi dengan adanya pipanisasi dari Dana Desa. Masyarakat tak lagi kesulitan air bersih.

"Dengan adanya Dana Desa masyarakat senang karena ada air bersih. Masyarakat sangat membutuhkan itu. Saat ini baru satu jalur. Ke depan direncanakan untuk dialirkan ke rumah-rumah warga," ungkap Kepala Desa Wailolong, Yoseph Pehan Hurint, saat ditemui di Desa Wailolong, Kamis (09/02).

Dikutip dari website Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT), Mendes PDTT Eko Sandjojo pada Kamis (09/02) juga mengajak para Kepala Desa untuk membangun embung air. Menurutnya, embung akan menjawab permasalahan air bersih yang dihadapi di Flores Timur. Pembuatan embung, lanjut Menteri Eko, bisa dialokasikan dari Dana Desa sekitar Rp 200-500 juta. Dampak yang bisa dirasakan adalah peningkatan produktivitas hasil tani. Dari rata-rata 1,4 kali panen, dengan adanya embung dapat menjadi tiga kali panen.
 

"Dana yang masuk ke desa bisa mencapai Rp 560 triliun. Itu berasal dari 19 Kementerian/ Lembaga. Selain itu, Dana Desa tiap tahun terus meningkat. Dampaknya, pertumbuhan ekonomi di desa-desa bisa mencapai di atas 20%," sambung Menteri Eko.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Flores Timur, Emanuel Kara, turut mengapresiasi adanya Dana Desa yang disalurkan pemerintah. Menurutnya, Dana Desa secara nyata telah membangkitkan kehidupan di desa-desa. Pada tahun 2016 lalu, kabupaten yang dipimpinnya mendapatkan Rp136 milyar yang dibagikan ke 229 desa.

"Dana Desa 2015-2016 cukup baik kemajuannya di tiap desa. Tahun ini kemungkinan infrastruktur desa sudah bagus. Selanjutnya untuk pengembangan ekonomi. Kendalanya, kapasitas sumber daya manusia masih rendah. Kami akan terus dampingi,"ujar Emanuel. (nr/rsa)