Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
Suasana acara Exclusive Forum Bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dengan tema “Merawat Mimpi Lintas Generasi” di Gedung Dhanapala, kantor pusat Kemenkeu, Jakarta (24/11)

Menkeu: Anak Muda Harus Belajar Fokus

Jakarta, 27/11/2017 Kemenkeu - Lebih dari 1.300 pegawai muda Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang berumur 35 tahun ke bawah mendapatkan pengarahan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Exclusive Forum Bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dengan tema “Merawat Mimpi Lintas Generasi” di Gedung Dhanapala, kantor pusat Kemenkeu, Jakarta, pada Jumat malam (24/11).

Dalam acara ini Menkeu menyampaikan perlunya para pegawai muda Kemenkeu untuk belajar lebih fokus dan menyusun prioritas dalam bekerja.

“Kalian dibanjiri oleh informasi yang banyak sekali. Informasi, gambar, film, berita. Itu yang membuat anda sangat mungkin didalam pikirannya sangat sulit untuk menjadi clear dan positive. Maka saya mengatakan be clear and be positive itu penting. Karena saya perhatikan kalau anak-anak muda kalau ngomong sih menyenangkan tapi nda fokus. ngomongnya kemana-mana itu tadi. Jadi stay clear dan positive itu membuat kalian bisa fokus,” tegas Menkeu.

Fokus itu membuat seseorang memiliki keunggulan dibanding peer group-nya karena yang bersangkutan mampu membuat prioritas, berorganisasi, dan leadership yang baik

“Kalau kalian bisa fokus, kalau teman kalian nda fokus, kalian fokus. Pasti kalau ditanya sama Pak Sekjen, kalian ditanya trus fokus pasti Pak Sekjen langsung (berkesimpulan) yang ini kelihatannya lebih pinter deh. Padahal tadinya sama-sama GPA (Grade Point Average)-nya. tapi pas waktu ditanya sama Sekjen, yang satu fokus, yang satu nda fokus. yang satu (yang terakhir) jadi kelihatan nda pinter,” jelas Menkeu memberikan contoh.

Menkeu menambahkan bahwa dengan disiplin, dapat menentukan prioritas dan fokus merupakan bekal bagi para pegawai muda Kemenkeu, yang merupakan tulang punggun negara Indonesia.

“Itu tidak berarti bahwa kalian tidak mampu connect, tapi itu tadi kalian mampu menyeleksi. Apa yang penting dan tidak penting. Apa yang harus didahulukan dan mana yang kurang didahulukan. Itu bagian dari leadership kalian nantinya. Ingat kalian adalah backbone Republik ini. Jadi kalau Republik ini tahu caranya membuat prioritas itu karena kalian sudah dilatih untuk membuat prioritas yang benar. Disiplin, priority dan tahu stay focus. Itu membuat Republik mampu untuk memiliki harapan dan mimpi antar generasi,” pungkasnya. (bs/rsa)