Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Menkeu: Anak Muda Harus Kritis terhadap APBN

Jakarta, 03/05/2017 Kemenkeu – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan pidato pada acara penghargaan bagi para mahasiswa peserta lomba foto dan penulisan essay Public Financial Management di hall Mezzanine Gedung Juanda I Kementerian Keuangan, Jakarta pada Rabu (03/05). Acara yang bekerjasama dengan World Bank, Universitas Indonesia (UI) dan Public Financial Management Multi Donor Trust Fund ini dihadiri juga oleh Duta Besar Kanada, Duta Besar Swiss, Country Director World Bank, pejabat Uni Eropa, dan Rektor Universitas Indonesia.

Ia menyadari bahwa pendidikan adalah hal yang sangat penting dan Indonesia perlu mengejar ketertinggalannya selama tiga puluh tahun terakhir di antara negara-negara tetangga apalagi secara global. “Orang Indonesia harus diberikan pendidikan agar kita menjadi negara yang tidak hanya punya confidence, knowledge dan skill tapi juga potensi yang bisa dikembangkan,” tuturnya.

Seperti diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar 1945 bahwa 20% dari APBN harus dialokasikan untuk pendidikan. Menurut Menkeu, ukuran belanja yang tepat sasaran ialah belanja yang makin mendekatkan kepada tujuan masyarakat adil dan makmur. “Ukuran spending yang benar adalah closer to the goal,” ungkapnya.

Ia juga ingin agar mahasiswa dan generasi muda pada umumnya harus kritis dengan alokasi anggaran pendidikan yang sebesar 20% tersebut.

“Jadi Anda semua, anak muda, students ini harus sangat kritis. Dari dulu sampai sekarang sudah diberikan 20% (anggaran pendidikan dari APBN). Because if you are not going to spend it right, you are going to be the one yang merugi.  Maka Anda harus bertanya duitnya dipakai untuk apa? Apakah hasilnya benar? Apakah tidak korupsi? Even kalau tidak dikorupsi, tapi kalau menggunakannya jelek, Anda akan tetap terlihat seperti student yang tidak terpelajar. You should really asking hard questions. Hanya kalau rakyat bertanya dengan pertanyaan yang sulit, yang baik, berdasarkan evidence, maka pemerintah akan mendapatkan pressure yang baik untuk  terus merespon,” jelasnya.(nr/rsa)