Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Menkeu: APBN Kredibel Harus Sedekat Mungkin dengan Apa yang Ditulis dan Dikerjakan

Bandung, 27/03/2017 Kemenkeu - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memberikan kuliah umum dengan tema “APBN Untuk Membangun Generasi Bangsa” di Aula Barat Institut Teknologi Bandung (ITB), Jum'at (23/03).


Dalam pemaparannya, Menkeu menjelaskan mengenai instrumen fiskal yang dimiliki pemerintah dan instrumen paling penting adalah APBN. ”APBN adalah suatu kebijakan atau instrumen yang perlu untuk selalu siap . Untuk menjadi sehat dia harus kredibel. Kredibel itu artinya bisa dipercaya. Kalau APBN mau kredibel, apa yang ditulis dan apa yang dikerjakan harus sedekat mungkin,” kata Menkeu.


Menkeu memaparkan alur penyusunan APBN dimulai dari pemeriksaan ekonomi berdasarkan asumsi makro serta outlook dari pertumbuhan ekonomi. “Pertumbuhan ekonomi dihitung riil. Pajak, nilai tukar, harga minyak, produksi minyak semuanya menjadi asumsi untuk bahan awal menghitung perkiraan penerimaan negara dari pajak perpajakan dan dari penerimaan negara bukan pajak. Kemudian, kita lihat daftar belanja Kementerian/Lembaga dan pemerintah daerah,” tambah Menkeu.


Ia pun menjelaskan keputusannya di tahun 2016 mengenai penyesuaian APBN supaya tidak menimbulkan keguncangan. “Karena revenue short, kita hitung lagi untuk adjustment. Namun pengeluaran yang dipotong, kita buat cukup presisi sehingga kondisi ekonomi tidak mengalami shock tapi momentum pertumbuhan ekonomi tetap terjaga,” jelasnya. (ip/nr)