Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Menkeu: APBN yang Kredibel Jadi Pijakan Para Pembuat Kebijakan

Jakarta, 01/12/2016 Kemenkeu - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menekankan pentingnya menjaga kredibilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Terjaganya kredibilitas APBN, menurutnya, akan memberikan pijakan pasti bagi para pembuat kebijakan, terutama pada saat menghadapi krisis.

“Kalau APBN kredibel, penatausahaan dan tata kelola bagus, angka-angkanya dapat dipercaya, kalau ada pressure, ada rambu-rambunya,” jelasnya di sela Seminar Nasional ‘Tantangan Pengelolaan APBN dari Masa ke Masa’ pada Rabu (30/11) di Aula Djuanda Kementerian Keuangan, Jakarta.

Menkeu mencontohkan, pada saat terjadi krisis tahun 2008-2009, banyak pelaku ekonomi yang kemudian berlaku irasional, karena adanya dorongan untuk menyelamatkan kepentingannya. Penarikan uang dan aset marak terjadi, karena pengalaman yang telah mereka alami sebelumnya saat krisis tahun 1997-1998. Pada situasi seperti itu, para pembuat kebijakan, termasuk Menteri Keuangan dituntut untuk dapat mengambil sikap yang tepat.

“Menkeu harus mengelola hal itu pada saat para pelaku ekonomi berlaku sangat tidak rasional, kita harus kembalikan confidence. Dalam situasi seperti itu, APBN dalam kondisi under pressure. Tapi selama APBN kita kredibel, kita bisa memimpin, kita bisa beri signal, kita bisa menenangkan, karena itu, APBN adalah backbone,” terangnya.
Sebagai informasi, seminar ini menghadirkan tiga menteri keuangan dari berbagai era sebagai narasumber. Ketiganya yaitu Boediono, Sri Mulyani Indrawati dan M. Chatib Basri. Dalam seminar ini, ketiganya membagikan pengalaman dalam mengelola APBN pada masa jabatannya.(nv)