Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Menkeu Apresiasi Keputusan Soal BI Rate

Jakarta, 13/09/2013 MoF (Fiscal) News - Menteri Keuangan M. Chatib Basri mengapresiasi keputusan Bank Indonesia menaikkan BI rate sebesar 25 bps ke level 7,25 %.  Menurutnya ini masih konsisten dengan tren yang ada sekarang. “Di mana Indonesia juga masih mengalami isu inflasi dan defisit current account,“ katanya saat menemui wartawan di Gedung Djuanda I pada Jumat (13/9).

Dengan naiknya tingkat bunga BI, berarti ada pengetatan dari sisi moneter. Dengan pengetatan ini, belanja akan mengalami penurunan. Jika aktifitas ekonomi turun, permintaan turun namun supply tetap, maka akan menurunkan harga barang-barang sehingga inflasi dapat dikendalikan.

“Sebenernya Pak Agus (Gubernur BI) mau bilang, itu inflasi akan kita kendalikan, kita naikan 25 bps. Agustus inflasi sudah 1,1, Juli 3,3, September harapannya akan balik ke normal. Sehingga harapannya isu pertama itu akan beres yang soal inflasi,” jelas Menkeu.

Sementara untuk isu current account, dengan naiknya tingkat bunga akan menyebabkan penurunan konsumsi yang kemudian juga menekan impor. Dengan turunnya current account, maka defisit transaksi berjalan dapat turun. Pemerintah sendiri memang telah mencanangkan stabilisasi dalam jangka pendek untuk menyelesaikan kedua isu tersebut.

“Kita harus terima interest rate lebih tinggi, kalau interest rate lebih tinggi, impor turun, current account turun, ada implikasi growth lebih lambat. Karena itu kita merevisi angka kita yang 6,3 persen ke 5,9,” katanya. Sebelumnya BI juga merevisi angka pertumbuhan Indonesia menjadi kisaran 5,5-5,9 %. (fin)