Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Menkeu Apresiasi Kerjasama Yang Baik Dengan Banggar DPR

Jakarta 05/07/2017 Kemenkeu - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menghadiri Rapat Kerja (Raker) dengan Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia mengenai Laporan Hasil Panitia Kerja (Panja) dalam rangka Pembahasan Pembicaraan Pendahuluan Penyusunan Rancangan Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2018 dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2018 di Ruang Rapat Banggar DPR Jakarta pada Rabu (05/07).

Pemerintah diwakili oleh Menkeu, Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Bambang Brodjonegoro, dan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo. Agenda pembahasan dalam raker tersebut adalah mendengar laporan dan pengesahan hasil raker panja pembahasan antara pemerintah dan DPR RI tentang asumsi dasar, kebijakan fiskal, pembiayaan dan defisit RAPBN 2018, prioritas anggaran, Rancangan Kerja Pemerintah (RKP) dan kebijakan transfer daerah dan dana desa.

Dengan disepakatinya RAPBN 2018, Menkeu mengharapkan kualitas APBN semakin baik dan bisa menjadi instrumen untuk mengatasi permasalahan struktural di dalam perekonomian.

"Kita juga berharap bahwa kualitas dari APBN dari tahun ke tahun juga akan semakin membaik, sehingga dia menjadi instrumen yang bisa digunakan oleh pemerintah bersama dengan dewan untuk menyelesaikan masalah-masalah struktural di dalam perekonomian maupun di dalam negara kita. Kami akan finalisasi tentu saja dengan kesepakatan ini untuk kami gunakan di dalam perhitungan keseluruhan postur anggaran maupun detail dari belanja Kementerian/Lembaga dan Transfer Ke Daerah untuk tahun 2018," ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Menkeu turut menyampaikan apresiasi kepada Banggar DPR atas kerjasamanya dalam pembahasan RAPBN 2018. "Saya menyampaikan banyak-banyak terima kasih dan apresiasi yang sangat tinggi kepada seluruh pimpinan dan anggota badan anggaran semoga kerjasama ini akan terus kita jaga untuk menjaga APBN pada tahun-tahun yang mendatang," pungkasnya. (ip/rsa)