Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
Menkeu menjadi pembicara dalam acara Penandatangan Perjanjian Kredit Sindikasi Proyek Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera Ruas Bakauheni-Terbanggi Besar di Hotel Four Seasons, Jakarta, Rabu (27/12).

Menkeu Apresiasi Skema Pembiayaan Tol Trans Sumatera Ruas Bakauheni-Terbanggi Besar

Jakarta, 28/12/2017 Kemenkeu - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengapresiasi skema pembiayaan pembangunan tol Trans Sumatera ruas tol Bakauheni-Terbanggi Besar sepanjang 140,3 km karena menjadi solusi di tengah terbatasnya dana APBN yang tersedia. Hal ini disampaikan Menkeu pada acara Penandatangan Perjanjian Kredit Sindikasi Proyek Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera Ruas Bakauheni-Terbanggi Besar di Hotel Four Seasons, Jakarta, Rabu (27/12).

“Kami dari sisi Kementerian Keuangan tentu senang melihat berbagai inovasi yang dilakukan oleh BUMN dan juga dari sisi pembiayaan sehingga kebutuhan untuk khususnya jalan tol Bakauheni-Terbanggi Besar sebesar Rp16,7 triliun ini bisa terselesaikan walaupun APBN hanya menginjeksi Rp2,2 triliun,” ungkapnya.        

Proyek ini didanai dari K/L sindikasi sebesar Rp.8.067.413.000.000 dan Cash Deficiency Support (CDS) sebesar Rp.7.525.000.000.000. Menkeu mengapresiasi inovasi yang dilakukan oleh PT SMI melalui fasilitas CDS untuk menjamin pinjaman kredit sebesar Rp8,06 triliun yang diperoleh dari tujuh bank umum BUMN maupun swasta yaitu Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BCA, Bank CIMB Niaga, Bank Maybank Indonesia, Bank ICBC Indonesia dan Bank Permata.

“Ini baru pertama kali saya dengar sebetulnya PT SMI memberikan fasilitas namanya CDS. Jadi, saya senang bahwa PT SMI terus melakukan inovasi dengan berbagai fasilitas untuk membuat program-program pembangunan infrastruktur tetap berjalan sesuai dengan program dan perencanaan tidak terkendala dari sisi anggaran,” pungkasnya. (bs/nr)