Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Menkeu Berharap DJBC Dapat Terus Tingkatkan Kinerja Baiknya

Jakarta, 26/01/2017 Kemenkeu - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyelenggarakan Apel Peringatan Hari Pabean Internasional ke 65 di Kantor Pusat DJBC pada Kamis (26/01). Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, yang bertindak sebagai pembina upacara, menyampaikan bahwa peringatan Hari Pabean Internasional pada tahun ini yang terasa berbeda dari perayaan Hari Pabean Internasional dari tahun-tahun sebelumnya.


”Tahun ini, Bea Cukai seluruh dunia menyadari bahwa peran sukses Bea Cukai seluruh dunia dalam menjalankan fungsi-fungsinya sebagai revenue collector, community protector, trade facilitator dan industrial assistance tidak hanya bergantung kepada pelaksanaan di lapangan, melainkan harus ada dukungan kuat dari supporting unit yang menyediakan data yang akurat melalui analisis data,” ungkapnya.


Menurut Menkeu, dalam manajemen risiko sistem intelijen Bea Cukai, analisis data merupakan suatu proses yang sangat penting. “Saya selaku Menteri Keuangan sangat bangga kepada Bea Cukai karena memiliki analisis-analisis handal yang menghasilkan target yang akurat dan lebih membanggakan lagi target yang akurat tersebut diperoleh dari tools yang dikembangkan secara mandiri,” katanya.


Menkeu berharap DJBC senantiasa meningkatkan pelayanan dan pengawasan selaras dengan semangat reformasi birokrasi yang sedang berjalan.”Saya tahu bahwa ada satu-dua orang yang mengkhianati semangat reformasi Bea Cukai, namun hari ini saya juga bangga karena ternyata masih banyak pegawai Bea Cukai yang memiliki integritas serta inovasi,” tambahnya.


Mengakhiri amanatnya, Menkeu menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran DJBC dan mengajak untuk membulatkan tekad bekerja sepenuh hati, serta segenap daya dan upaya untuk mendorong DJBC menjadi institusi kepabeanan yang terkemuka di dunia.


Salah satu prestasi DJBC antara lain memiliki program unggulan Authorized Economic Operator (AEO), yang sudah diakui oleh instansi kepabeanan di seluruh dunia. Selain itu, DJBC juga telah melakukan sertifikasi terhadap 40 perusahaan yang memiliki reputasi baik meliputi importir, eksportir dan Perusahaan Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK) dalam periode 2015 - 2016.


Selain itu, salam kurun waktu 3 tahun terakhir, di sisi pengawasan, DJBC telah menjatuhkan sanksi kepada 79 pengusaha gudang berikat dan 206 pengusaha kawasan berikat. Di tahun 2016, DJBC telah melakukan penindakan 14.890 kasus Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor. Sebagai informasi, World Customs Organization (WCO) selaku organisasi induk administrasi kepabeanan dunia mengusung tema peringatan Hari Pabean Internasional yaitu Data Analysis dengan slogan Data Analysis For Effective Border Management. (ip/rsa)