Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Menkeu Berharap Keuangan Syariah Turut Sukseskan Program Sejuta Rumah

Jakarta, 03/03/2016 Kemenkeu - Menteri Keuangan (Menkeu) yang juga Ketua Umum Ikatan Ahli Ekonomi Indonesia (IAEI) Bambang P.S. Brodjonegoro berharap, keuangan syariah dapat meningkatkan kontribusinya bagi perekonomian nasional, termasuk dalam  menyukseskan program sejuta rumah yang telah dicanangkan oleh pemerintah.

Sebagaimana diketahui, perumahan menjadi salah satu dari tiga kebutuhan dasar selain pangan dan sandang. Namun, hingga saat ini, banyak Warga Negara Indonesia, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang masih mengalami kesulitan dalam memperoleh akses perumahan.

Oleh karena itu, melalui program sejuta rumah, pemerintah berharap dapat memenuhi kebutuhan perumahan bagi MBR. “Ketersediaan itu tidak harus membeli rumah, yang penting semua  WNI itu bisa mendapatkan akses tempat tinggal. Kalau belum bisa memiliki, paling tidak harus bisa sewa,” jelas Menkeu dalam acara Milad ke-12 IAEI dan seminar nasional ‘Pembiayaan Properti dan Investasi Syariah Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia’ pada Kamis (3/3) di Aula Dhanapala, Jakarta.

Untuk penyediaan perumahan, baik milik maupun sewa, lanjut Menkeu, memang akan menjadi tanggung jawab pemerintah pusat dan daerah. “Sewa pun harus ada perumahannya, rusunnya untuk disewakan. Dan itu harus disediakan oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah, dan harus ada skema subsidinya,” tambahnya.

Namun, untuk menyukseskan program tersebut, pemerintah juga memerlukan dukungan dari berbagai pihak. Keuangan syariah pun diharapkan mampu mengambil peranannya, khususnya terkait dengan penyediaan pembiayaan kepemilikan rumah berbasis syariah.

“Dengan segitu banyak kebutuhan yang kita hadapi, mau tidak mau keuangan syariah juga harus berpartisipasi. Kami yakin sebagian besar masyarakat, terutama saudara-saudara kita yang muslim akan lebih semangat kalau mereka bisa mengakses pembiayaan untuk tempat tinggal mereka dengan berlandaskan syariah,” ungkapnya.(nv)