Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Menkeu Berharap Peringatan Hari Ibu Menginspirasi Pengelola Keuangan Negara

Jakarta, 22/12/2016 Kemenkeu - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyelenggarakan Upacara Peringatan Hari Ibu ke-88 di Aula Djuanda Kementerian Keuangan, Jakarta pada Kamis (22/12). Bertindak sebagai pembina upacara, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati.

Dalam amanatnya, Menkeu menjelaskan tujuan Hari Ibu, yakni mengenang perjuangan kaum perempuan. “88 tahun yang lalu mereka bersepakat berkumpul, untuk membuat ide pemikiran berbangsa, Negara Indonesia. Dalam situasi Indonesia yang masih dijajah, malah justru bisa memunculkan ide-ide yang luar biasa besar,” ungkapnya.

Upacara Peringatan Hari Ibu, menurut Menkeu, merupakan suatu refleksi bahwa dalam perjalanan republik ini, hampir semua masyarakat memiliki ide besar, yang menyatu dan menghasilkan para pendiri bangsa yang telah menghantarkan rakyat Indonesia ke pintu gerbang kemerdekaan.

"Kalau para pendiri bangsa telah berjasa untuk mengantarkan bangsa ini di pintu gerbang kemerdekaan, maka kita yang sudah di pintu, di dalam taman kemerdekaan itu, tidak seharusnya memiliki rasa untuk berjuang yang lebih lemah dari mereka," tandasnya.

Sebagai informasi, Peringatan Hari Ibu 2016 mengangkat tema ‘Kesetaraan Laki-Laki dan Perempuan Untuk Mewujudkan Indonesia yang Bebas dari Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, Perdagangan Orang dan Kesenjangan Akses Ekonomi Terhadap Perempuan’. Terkait tema tersebut, Menkeu menjelaskan, kesetaraan tidak selalu harus diartikan bahwa perempuan dan lelaki harus sama, karena secara biologis berbeda.

"Adalah musykil untuk sama, karena memang kita kebutuhannya juga berbeda, tetapi perbedaan bukan untuk alasan untuk memperlakukan perempuan sebagai tempat minoritas," tambahnya.

Ia berharap, peringatan Hari Ibu akan melahirkan ide dan inspirasi dalam menjalankan tugas sehari-hari sebagai pengelola dan penjaga keuangan negara. "Anda memikirkan terus-menerus bagaimana mendukung, mendorong demi satu kemajuan, menjadi negara bermartabat, masyarakat adil dan makmur,” harapnya.

Mengakhiri amanatnya, Menkeu berharap peringatan ini dapat menjadi bekal untuk memberikan kontribusi terbaik kepada Bangsa Indonesia. "Dan makin memperkuat peranan dari perempuan-perempuan, agar mereka menjadi tiang yang kokoh bagi bangunan Negara Republik Indonesia,” pungkasnya.(ath)