Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Menkeu dan DPR Bahas Outlook Perekonomian Indonesia 2013

Jakarta, 14/1/2013 MoF (Fiscal) News - Menteri Keuangan Agus D.W. Martowardojo membahas outlook perekonomian Indonesia 2013 dengan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Gedung DPR, Jakarta pada Senin (14/1). Dalam rapat kali ini, Menkeu memaparkan pokok-pokok perekonomian dan asumsi ekonomi makro 2013.

Pada kesempatan tersebut, Menkeu menekankan pada kekhawatiran akan timbulnya dampak fiskal akibat kemungkinan jebolnya kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tahun ini yang sebesar 46 juta kilo liter. "Dianggarkan 46 juta kilo liter. Dari informasi, (Kementerian) ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) khawatir dengan angka itu. Kalau kami (Kemenkeu), ini (kalau jebol) akan meningkatkan kekhawatiran akan fiskal," jelas Menkeu.

Menkeu berjanji akan segera melaporkan hasil diskusi dengan Kementerian ESDM yang akan dilakukan dalam waktu dekat. Namun, jika penetapan kuota BBM bersubsidi ini tidak sehat, maka akan dilakukan pengendalian untuk melindungi fiskal. "Kalo plafon BBM bersubsidi ini tidak sehat, itu akan lebih ditekankan dan dikendalikan," jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa antisipasi kebijakan subsidi pada tahun 2013 yang harus diperhatikan selain BBM adalah listrik bersubsidi, karena dapat mempersempit fiskal. Sebagai informasi, kuota BBM bersubsidi tahun lalu jebol dari 40 juta kilo liter ke 45,2 juta kilo liter. Nilai subsidi ini naik menjadi 151 persen dari kuota, yakni dari Rp202,35 triliun menjadi Rp306,48 triliun.(ikd)