Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Menkeu dan Menag Tandatangani MoU Penempatan Dana Haji

Jakarta, 22/11/2013 MoF (Fiscal) News – Menteri Keuangan M. Chatib Basri dan Menteri Agama Suryadharma Ali menandatangani Nota Kesepahaman Bersama (MoU) tentang penempatan dana haji dalam Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) di Aula Djuanda 1 Kemenkeu, Jakarta pada Jumat (22/11).

Penempatan dana haji dalam SBSN sudah mulai dilakukan sejak tahun 2009. Menurut Menkeu, MoU ini penting karena dana haji memiliki peranan yang penting pula dalam pembiayaan fiskal. Dana haji yang besar menjadi sumber pendanaan yang cukup besar untuk dapat dikelola oleh Kementerian Keuangan.

"Dari sisi fiskal, menjamin adanya kepastian sumber pembiayaan. Apalagi di 2014, kita menghadapi keadaan yang tidak mudah. Kita berjaga-jaga. Kalau kita punya sumber domestik yang secure (dari dana haji). Kami menyambut baik kerja sama ini," kata Menkeu.

Sementara itu, Kementerian Agama juga penting untuk menempatkan dana haji pada instrumen yang aman, akuntabel, syariah, dan relatif bebas risiko, seperti SBSN. Menurut Menteri Agama, presiden juga telah memberi isyarat untuk mengelola dana haji sesuai prinsip syariah. "Presiden juga telah mengisyaratkan untuk melakukan pengelolaan dana haji, melalui instrumen syariah. Penegasan tersebut merupakan komitmen pentingnya dana haji dikelola sesuai sistem dan prinsip-prinsip ekonomi syariah," jelasnya.

Dari data yang dibacakan oleh Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Anggito Abimanyu, sejak penempatan dana haji di 2009, outstanding saat itu baru Rp15 triliun. Saat ini, dana haji hampir mencapai Rp60 triliun yang terdiri dari dana biaya penyelenggaraan ibadah haji sebesar Rp57 triliun dan dana abadi umat sebesar Rp2,4 triliun. Dari dana tersebut, nilai nominal penerbitan Sukuk Dana Haji Indonesia (SDHI) sampai 2013 mencapai Rp41,8 triliun, dengan total outstanding hingga Jumat (22/11) berjumlah Rp31,5 triliun. "Jika kecenderungan ini berlanjut, diperkirakan pada 2020, total dana haji akan berjumlah Rp100 triliun," pungkasnya. (fin)