Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Menkeu: Fleksibilitas BLU Harus Disertai Akuntabilitas

Jakarta, 23/11/2016 Kemenkeu - Tujuan utama pemerintah membentuk Badan Layanan Umum (BLU) adalah agar dapat melayani masyarakat secara langsung serta memiliki fleksibilitas dalam hal aset dan keuangan, dengan tetap menjaga akuntabilitasnya.

“Fleksibilitas itu tidak boleh dipakai semena-mena, seperti menaikkan gaji sendiri tanpa indikator, akan tetapi untuk membuat keputusan yang segera, cepat dan fleksibel, namun tetap akuntabel,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Rapat Koordinasi BLU Tahun 2016 di Aula Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (22/11).

Menurutnya, ada dua indikator utama keberhasilan BLU. Pertama, kepuasan masyarakat karena pelayanan yang baik. Kedua, pengelolaan aset BLU yang juga baik. “Kombinasi layanan umum dengan suatu kinerja dari badan tersebut menjadi tantangan bagi para pengelola BLU,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Menkeu juga mencontohkan aset yang baru diresmikan menjadi BLU, yaitu Rumah Sakit Umum Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto. Bersama dengan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), RSPAD menjadi rumah sakit penting di Indonesia. “RSPAD selain melayani orang penting, juga untuk (memberikan) pelayanan umum bagi kelompok yang tidak memiliki kemampuan,” katanya.(nv)