Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Menkeu Hadiri WEF-EA



Jakarta, 12/06/2011 MoF (Fiscal) News - Menteri Keuangan Agus D.W. Martowardojo menawarkan investasi dalam bidang infrastruktur melalui skema kerjasama pemerintah swasta (Public Private Partnership/PPP) ketika menghadiri acara World Economic Forum East Asia (WEF-EA) di Hotel Shangri-La, Jakarta pada Minggu (12/06).

Menkeu menyampaikan bahwa saat ini fiskal Indonesia dalam keadaan seimbang. "Kemampuan fiskal pemerintah berada dalam keseimbangan yang kecil sehingga harus menarik investasi dari pihak swasta maupun asing," kata Menkeu.

Penyediaan infrastruktur merupakan tantangan yang harus dihadapi Indonesia dalam lima tahun ke depan. Menurut Menkeu, kebutuhan dana untuk penyediaan infrastruktur dalam lima tahun mendatang mencapai sekitar Rp1.400 triliun. Pemerintah hanya mampu menyediakan sekitar 20 hingga 30 persennya saja, sementara sisanya harus melibatkan kerja sama dengan pihak swasta melalui skema PPP. "Dalam waktu tujuh tahun terakhir memang skema tersebut belum memberikan hasil, namun diharapkan segera ada proyek infrastruktur yang bisa dijadikan proyek percontohan," katanya.

Menkeu menambahkan bahwa proyek infrastruktur di Jawa Tengah dengan skema PPP akan segera terealisasi dan diharapkan diikuti proyek-proyek lain. Dalam kesempatan yang sama, Menkeu juga menyatakan bahwa meskipun pelarian modal dapat terjadi sewaktu-waktu, Indonesia tidak akan menerapkan kebijakan pengekangan modal. "Saya meyakinkan bahwa tidak ada capital control," katanya. Yang perlu dilakukan adalah konversi aliran modal masuk dari portofolio ke sektor riil.
(sgd)