Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Menkeu: Indonesia Menuju Keseimbangan Normal

Jakarta, 05/12/2013 MoF (Fiscal) News – Indonesia sedang bergerak ke arah equilibrium (keseimbangan) yang sesungguhnya saat ini, yaitu kondisi dimana perekonomian negara tanpa pengaruh kebijakan quantitative easing (QE) Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed). Demikian disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) M. Chatib Basri dalam Seminar Internasional 'Structural Policy Challenges in Indonesia: Medium-Term Challenges and Responses' di Aula Djuanda Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (5/12).

Menkeu menjelaskan, peningkatan harga komoditas, tingginya capital inflow serta penguatan nilai tukar rupiah yang terjadi dalam kurun waktu empat tahun terakhir merupakan dampak sementara dari kebijakan QE Amerika Serikat. Ketika terjadi perubahan dan ketidakpastian dalam kebijakan tersebut, maka pasar bereaksi. Negara-negara yang juga mengalami hal serupa dengan Indonesia mulai terkena imbasnya. “Beberapa hal buruk yang mungkin terjadi pada Indonesia diantaranya nilai tukar rupiah yang terus berfluktuasi serta menurunnya harga komoditas ekspor,” kata Menkeu.

Oleh sebab itu, pemerintah melakukan pengetatan kebijakan fiskal dan moneter dalam menghadapi dampak kebijakan tapering off QE yang diperkirakan baru diketahui kepastiannya tahun depan. Salah satunya adalah dengan menaikkan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) sebesar 175 basis points. Meskipun kenaikan BI rate ini tidak menguntungkan bagi tingkat pertumbuhan, pemerintah memandang langkah ini sangat baik untuk menurunkan permintaan.

Langkah pemerintah selanjutnya, lanjut Menkeu, adalah dengan menurunkan defisit anggaran sebesar 2,4 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2013 menjadi 1,69 persen pada 2014. “Itu belum cukup, Indonesia memerlukan kebijakan jangka menengah dan jangka panjang. Untuk itu, negara-negara emerging market, termasuk Indonesia perlu memfokuskan diri pada sektor supply yaitu reformasi struktural,” kata Menkeu. Bentuknya berupa kebijakan yang berhubungan dengan pengurangan impor dan peningkatan ekspor. Kebijakan tersebut akan segera dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan.(fr)