Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengingatkan agar seluruh pejabat dan pegawai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dapat menjaga sikap, pikiran, tindakan dan ucapan terlebih pada tahun-tahun politik pemilihan presiden dan wakil presiden Republik Indonesia

Menkeu Ingatkan Jajaran Kemenkeu Waspada di Tahun Politik

Jakarta, 24/09/2018 – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengingatkan agar seluruh pejabat dan pegawai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dapat menjaga sikap, pikiran, tindakan dan ucapan terlebih pada tahun-tahun politik pemilihan presiden dan wakil presiden Republik Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan sikap profesionalisme dan kewaspadaan yang tinggi.

Hal ini disampaikan oleh Menkeu pada acara pelantikan pejabat eselon II dan III di lingkungan Kemenkeu di aula Mezzanine, Gedung Juanda I, Komplek Kemenkeu, Jumat (21/09).

“Tahun ini adalah tahun politik, dimana eskalasi terhadap apa-apa yang kita lakukan, apa-apa yang kita kerjakan, apa-apa yang kita putuskan akan sangat mudah terjadi. Maka, saya minta kepada seluruh jajaran Kementeria Keuangan waspada,” pesan Menkeu di depan 62 pejabat Kemenkeu yang terdiri dari 27 pejabat eselon II dan 35 pejabat eselon III yang dilantik. 

Selanjutnya, Menkeu menegaskan agar semua pihak di jajaran Kemenkeu untuk selalu bersikap dan bertindak profesional. 
 
“Jaga sikap, jaga pikiran, jaga tindakan dan jaga ucapan Anda. Jangan pernah terlena. Selalu berpikir profesional dan bertindak profesional,” tegasnya.

Selain itu, Menkeu juga mengingatkan agar setiap pejabat dan pegawai di jajaran Kemenkeu untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bagi siapapun yang memiliki agenda lain di luar agenda Kemenkeu dalam menjaga NKRI maka Menkeu menegaskan dirinya tidak segan untuk menjatuhkan hukuman yang berat.

“Saya juga berpesan bahwa Anda diangkat sebagai pejabat di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Maka saya tidak berlebihan untuk mengharapkan atau akan menjalankan dan akan meng-enforce bahwa kesetiaan Anda adalah kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Saya tidak akan mentolerir siapapun yang memiliki agenda di luar agenda menjaga dan memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia.Punishment-nya tidak hanya secara material tetapi secara moral dan etika,” pungkas Menkeu. (btr/ind/nr)