Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Menkeu Ingin Akuntansi Berbasis Akrual Bawa Manfaat Lebih Bagi Masyarakat

Jakarta, 20/09/2016 Kemenkeu - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berharap, sinergi yang baik antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam penerapan sistem akuntansi berbasis akrual dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

“Kita akan melakukan implementasi akuntansi yang berbasis akrual, ini berbeda sekali dengan akuntansi yang berbasis kas yang selama ini kita lakukan, ini merupakan suatu titik bersejarah di dalam pengelolaan kuangan Negara Republik Indonesia,” jelasnya sesaat sebelum pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2016 dengan tema ‘Tantangan dan Strategi Pengelolaan Keuangan Negara yang Efektif: Mewujudkan Percepatan Pembangunan Infrastruktur dan Pengentasan Kemiskinan’ di Istana Negara, Jakarta pada Selasa (20/09).

Sinergi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah terlihat dari berhasil dipertahankannya opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) tahun anggaran 2015, meski penerapan sistem akuntansi berbasis akrual menghadirkan tantangan tersendiri. “Alhamdulillah, meski berubah dari basis kas jadi basis akrual, Laporan Keuangan Pemerintah Pusat masih mampu mempertahankan opini WDP,” jelasnya.

Ia menambahkan, yang jauh lebih penting dari opini atas laporan keuangan itu sendiri adalah upaya pencapaian cita-cita pemerintah untuk menyejahterakan masyarakat. “Laporan keuangan hanyalah satu penggal dari keseluruhan upaya Republik Indonesia di dalam mengelola keuangan negara secara baik, akuntabel, efektif dalam pengentasan kemiskinan dan memberi manfaat kepada masyarakat,” ungkapnya.(ath)