Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memberikan keynotespeech dalam acara Rapat Pimpinan Kementerian Pertahanan Tahun Anggaran 2018 yang bertempat di Gedung Jendral AH Nasution Kementerian Pertahanan, Jakarta (12/01)

Menkeu Ingin Pertahanan dan Keamanan Indonesia Tidak Tertinggal

Jakarta, 12/01/2018 Kemenkeu – Kekuatan Pokok Minimum atau lebih dikenal dengan sebutan Minimum Essential Force (MEF) Indonesia dirasakan masih tertinggal dibandingkan negara lainnya dengan alokasi anggaran belanja yang tertinggi di antara Kementerian/Lembaga lainnya. Oleh karena itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menghimbau agar Kementerian Pertahanan dan TNI dapat memberi arahan yang lebih fokus terkait strategi pertahanan dan keamanan di masa depan agar Kemenkeu dapat mendesain anggaran yang sesuai dengan kebutuhan negara.Hal tersebut diungkapkannya dalam Rapat Pimpinan Kementerian Pertahanan Tahun Anggaran 2018 di Gedung Jendral AH Nasution Kementerian Pertahanan pada Kamis, (11/01). 

“Di dalam forum yang sangat baik ini saya sebetulnya mengharapkan karena saya sering sekali diundang hampir setiap tahun waktu saya Menteri Keuangan dulu sampai sekarang, mestinya Kementerian Pertahanan dan Panglima TNI bisa menyampaikan arah yang lebih firm mengenai strategi pertahanan keamanan ke depannya sehingga kita juga bisa menganggarkan dan mendukungnya perencanaan anggaran dengan tata kelola yang baik karena pada akhirnya itu adalah kebutuhan suatu negara,” pesan Menkeu.

Menkeu menjelaskan, dalam hal penyaluran anggaran kepada Kementerian Pertahanan, Kementerian Keuangan memiliki berbagai macam pilihan seperti cara langsung maupun suntikan modal kepada BUMN strategis yang berhubungan dengan militer seperti PT Pindad, PT PAL dan PT Dirgantara.

“Ada channel yang langsung menjadi anggarannya Kementerian Pertahanan namun juga ada melalui channel injeksi modal kepada BUMN strategis yang menghasilkan barang-barang security atau barang-barang yang berhubungan dengan kemiliteran seperti PT Pindad, PT PAL serta PT Dirgantara itu mendapatkan injeksi modal, sehingga mereka mampu untuk terus meningkatkan kemampuan industri strategis,” jelasnya. (ip/nr)