Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memberikan keynotespeech dalam acara Refleksi 2017 dan Resolusi 2018 di Auditorium KemenPAN-RB, Jakarta (22/01)

Menkeu: It’s Good, But Not Good Enough

Jakarta, 23/01/2018 Kemenkeu - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengapresiasi kinerja Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) dalam acara Refleksi 2017 dan Resolusi 2018 di Auditorium KemenPAN-RB pada (22/01). 

Dalam pidatonya, Menkeu bercerita mengenai perjalanan proses Reformasi Birokrasi di Kementerian Keuangan (Kemenkeu).  “Buat saya, secara pribadi, yang 10 tahun yang lalu memulai reformasi di Kementerian Keuangan, peranan Kementerian PAN-RB ini begitu sangat penting. Kementerian ini adalah kementerian yang selalu bersama-sama kami di Kementerian Keuangan mencoba mendorong, mendesain, dan terus-menerus memperbaiki kinerja dari birokrasi pemerintahan, baik di pusat maupun di daerah,” jelasnya.

Menkeu berpendapat reformasi birokasi adalah suatu keharusan, terutama pada tahun 2018 yang merupakan tahun untuk memperkuat momentum pertumbuhan ekonomi. Institusi pemerintah harus mampu berubah menjadi suatu institusi yang mampu mendesain program, men-deliver hasil, dan merespon masalah dengan cepat. 

Seiring membaiknya peringkat kemudahan berusaha (Ease of Doing Business) Indonesia pada tahun 2017. Kemampuan otokritik diperlukan di bidang pemerintahan, sehingga setiap institusi pemerintah harus memiliki indikator kinerja, indikator efisiensi, indikator tata kelola, indikator kemampuan melayani, dan indikator simplifikasi. 

Menkeu menjelaskan terdapat empat hal penting yang dibutuhkan agar reformasi birokrasi suatu instansi dapat berhasil, yaitu: sumber daya manusia, mengakumulasi capital, kemampuan mengadopsi teknologi transformasi suatu negara, dan proses bisnis.

Untuk Wilayah Bebas Korupsi (WBK) Kemenkeu mendapatkan nilai 93% dari KemenPAN-RB adalah hal yang baik, akan tetapi Menkeu tidak akan puas sebelum 100%. “It’s good, but  not good enough,” tegasnya. (wln/ind/rsa)