Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Menkeu: Itjen Kemenkeu Harus Jadi Teladan Itjen K/L dan Pemda

Jakarta, 30/09/2016 Kemenkeu - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai, Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memegang peranan yang semakin penting. Tidak hanya memberikan assurance atas pelaksanaan tugas dan fungsi Kemenkeu, Itjen Kemenkeu juga dituntut dapat menjadi teladan bagi Itjen di kementerian/lembaga (K/L) maupun pemerintah daerah (Pemda) lain.

“Peran Inspektorat Jenderal (Kemenkeu) itu nggak cuma memastikan assurance, tapi juga diharapkan menjadi contoh, menjadi teladan bagi tugas inspektorat jenderal di kementerian/lembaga dan Pemda lain. Ini benar-benar yang saya garis bawahi,” ungkapnya saat memberikan keynote speech pada acara Diskusi Panel dan Talkshow Motivasi ‘Kerja Nyata Untuk Memberikan Solusi Strategis Bagi Kementerian Keuangan’ di Aula Djuanda Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (30/09).

Sebagai koordinator Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), lanjutnya, Itjen Kemenkeu dituntut untuk memiliki kapabilitas sebagai pemimpin dan inspirator bagi Itjen K/L dan Pemda. “Sekarang Itjen (Kemenkeu) juga mempunyai tugas untuk mengoordinasikan melalui APIP se-Indonesia. Sebagai koordinator, Anda harus bisa jadi pemimpin, inspirator, jadi contoh. Di sini letak beban moral Anda jadi lebih besar,” urainya.

Dalam rangkaian acara peringatan hari jadi ke-50 Itjen Kemenkeu tersebut, ia juga mengungkapkan bahwa Menteri Keuangan sebagai Bendahara Umum Negara (BUN) dituntut untuk memiliki kemampuan tidak hanya dalam memobilisasi sumber daya untuk dikumpulkan, tetapi juga memanfaatkan sumber-sumber daya tersebut untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Untuk menjalankan peran tersebut, Menkeu memerlukan dukungan Itjen dengan kemampuan yang memadai.

Terlebih, saat ini, Kemenkeu mengelola lebih dari Rp4.000 triliun aset negara. “Aset kita lebih dari Rp4.000 triliun. Integrity nilainya tak terhingga, saya ingin Itjen merupakan kelompok orang yang bisa menunjukkan integritas dan dignity adalah yang paling utama, tidak ternilai harganya,” katanya.

Dengan tanggung jawab yang besar tersebut, insan Itjen dituntut untuk dapat memahami arah kebijakan fiskal pada umumnya, dan tetap menjaga integritas sebagai aparat pengawas intern. “Di sini letaknya Itjen harus memahami tujuan, aktivitas, tapi tidak boleh kompromi dari sisi integrity. Anda harus mampu pahami arah kebijakan fiskal tanpa kemudian Anda jadi kompromis,” tegasnya.(nv)