Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
ilustrasi

Menkeu: Jadilah Negarawan Yang Baik

Jakarta, 11/09/2017 Kemenkeu-Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati memaparkan pentingnya sikap negarawan kader partai Golkar menyikapi cepatnya dinamika perubahan geopolitik dan geoekonomi global pada acara Diklat Komunikator Politik Partai Golkar di Hotel Sultan Jakarta, Jumat (08/09).

Menkeu berharap kader-kader Partai Golkar ikut juga memikirkan visi jangka panjang Indonesia terkait perubahan geopolitik dan geoekonomi global yang begitu cepat bukan hanya memikirkan kepentingan politik jangka pendek. “Jadilah petugas partai tapi juga negarawan yang baik karena dalam hal ini negara sangat membutuhkan Anda semua,” tuturnya.

Menkeu menegaskan perlunya Indonesia memiliki Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang adaptif terhadap perubahan-perubahan tersebut. “Ekonomi dan dunia ini berubah terus. Kalau seluruh space (anggaran) dikapling, kita tidak mempunyai space untuk melakukan adjustment,”ungkapnya.

Menurut Menkeu, perubahan di dunia dari sisi ekonomi dan politik berubah sangat cepat dan nyata. Misalnya, kemungkinan terjadinya perang proteksionisme barang dan jasa antar negara yang dipicu oleh kebijakan proteksi perdagangan negara maju seperti Amerika.

“Negara-negara (berkembang) ini akan tidak bisa menikmati transformasi (ekonomi) itu kalau proteksionisme meningkat. Kalau Pak Trump jelas-jelas menutup border-nya tidak hanya dengan naikin tarif atau apa yang disebut persyaratan untuk masuk ke negaranya tapi dia betul-betul membangun wall. Aksi proteksionime perdagangan oleh negara-negara maju tersebut akan dibalas dengan reaksi sejenis dari negara-negara lain. Kalau semua negara melakukan hal yang sama, maka dunia menjadi shrinkage pasti ekonomi akan menurun,” kata Menkeu.     

Contoh isu lainnya adalah perubahan Iklim dimana pada masa Presiden Obama begitu gencar, saat ini Donald Trump sebagai Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) tidak lagi menganggapnya sebagai isu yang penting.  “Pada tahun 2015 orang semuanya fokusnya mengenai climate change, begitu Presiden Obama selesai, diganti Presiden Trump tiba-tiba climate change hilang saja karena Presiden Trump tidak percaya pada climate change,” ujar Menkeu. Betapa satu negara bisa membuat agenda global itu berubah,” paparnya Menkeu. (b/nr)