Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Menkeu: Jaga Bersama Percepatan dan Pertumbuhan Ekonomi

Jakarta, 17/06/2011 MoF (Fiscal) News - Pemerintah telah berupaya untuk mendorong percepatan pertumbuhan perekonomian Indonesia. Upaya  tersebut tercermin dari berbagai kebijakan pemerintah yang mencakup perbaikan infrastruktur, iklim investasi dan berbagai inisiatif keuangan lainnya. "Semua itu bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia dan menarik investor untuk menarik investasi jangka panjang di Indonesia,” kata Menteri Keuangan Agus D.W. Martowardojo saat membuka Indonesia Financial Expo & Forum (IFEF) 2011 yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center pada Jumat (17/06).

Perkembangan dan pencapaian ini harus tetap dijaga bersama, melalui peningkatan kapasitas dan kapabilitas. "Karena dengan mempunyai sumber daya manusia yang handal, semua pertumbuhan ekonomi bisa tumbuh secara berkesinambungan," katanya.

Semua upaya yang dilakukan pemerintah tersebut telah menunjukkan hasil beberapa tahun belakangan. "Perekonomian RI pada kuartal-I 2011 tumbuh 6,5 persen, hal ini utamanya didorong oleh pertumbuhan di sektor pengangkutan dan komunikasi yang tumbuhnya paling tinggi, yaitu 13,8 persen," katanya.

Indikator-indikator pasar modal juga menunjukan perkembangan yang menggembirakan. "Nilai kapitalisasi pasar per 8 juni 2011 menunjukkan angka Rp3.426 triliun, meningkat dari Rp3.247 triliun pada akhir tahun 2010. Hingga 14 Juni 2011, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga  menunjukan kinerja yang sangat baik,” jelasnya. IHSG menunjukan peningkatan 1,9 persen jika dibandingkan dengan posisi penutupan akhir tahun lalu. Peningkatan ini bahkan jauh lebih baik dibandingkan dengan bursa lainnya, seperti bursa Hongkong yang mengalami penurunan hingga 2,3 persen.

Nilai emisi di pasar modal, lanjut Menkeu, juga mengalami peningkatan sepanjang tahun 2011. “Hingga akhir April 2011, jumlah dana masyarakat yang berhasil dihimpun melalui pasar modal telah berjumlah Rp46,7 triliun,” paparnya. Angka tersebut terdiri atas Rp10,2 triliun dari penawaran perdana saham, Rp19,5 triliun dari penawaran lanjutan saham, Rp16, 9 triliun  dari penawaran obligasi.(ak)