Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Menkeu: Jangan Terlena Aliran Modal Asing

 Jakarta, 06/12/2013 MoF (Fiscal) News – Menteri Keuangan (Menkeu) M. Chatib Basri mengingatkan kepada seluruh negara berkembang untuk tidak terlena dengan aliran modal asing yang masuk (capital inflow). Menkeu menegaskan bahwa sudah saatnya negara berkembang, termasuk Indonesia untuk menyadari bahwa aliran dana asing cepat atau lambat akan keluar.

“Pemerintah dalam situasi ini untuk tahu shift, dari kebijakan ekonomi. Beberapa emerging market dalam empat tahun ini merasakan inflow, padahal ke depan quantitative easing diterapkan The Fed (Bank Sentral Amerika Serikat), kita nggak sadar,” kata Menkeu, Kamis (5/12).

Menkeu mengatakan bahwa semua pihak selama beberapa tahun seolah-olah tidak sadar bahwa peningkatan harga komoditas Indonesia, penguatan nilai tukar rupiah, dan juga derasnya aliran modal yang masuk selama empat tahun terakhir merupakan buah kebijakan moneter yang dilakukan Bank Sentral AS. "Ada aliran dana masuk, nilai tukar kita menguat hingga Rp9.000/USD, ternyata dalam empat tahun terkahir bukanlah equilibrium, karena dikendalikan kebijakan moneter AS," jelas Menkeu.

Menkeu melanjutkan bahwa ketika AS memutuskan menarik kembali modalnya, beberapa hal buruk terjadi pada Indonesia, seperti nilai tukar rupiah yang fluktuatif serta harga komoditas ekspor Indonesia yang terus jatuh karena 60 persen ekspor Indonesia bergantung dari sumber daya alam. "Akibatnya kita sekarang bergerak ke equilibrium kita sebenarnya, yaitu seperti 2009, walaupun hal ini tidak mudah dijelaskan kepada pasar," jelasnya.

Selama aliran modal asing masuk, lanjut Menkeu, pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup positif. Namun, beberapa waktu yang lalu, aliran modal keluar justru menekan pertumbuhan ekonomi Indonesia  karena efek defisit perdagangan. "Aliran modal masuk membuat pertumbuhan kita berkisar 6 persen itu yang membuat ekonomi kuat," jelasnya.(nic)