Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memberikan kuliah umum bertema APBN Menjawab Tantangan Era Digital Economy di Program Magister Manajemen Universitas Gadjah Mada Kampus Jakarta (17/07)

Menkeu Jelaskan Hubungan Kebijakan Terhadap Ekonomi Digital

Jakarta, 18/07/2018 Kemenkeu- Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati berbagi informasi dan pengalaman bagaimana APBN dan peranan Kementerian Keuangan menyikapi ekonomi digital pada acara Kuliah Umum bertema APBN Menjawab Tantangan Era Digital Economy yang dilaksanakan di Program Magister Manajemen Universitas Gadjah Mada Kampus Jakarta pada Selasa (17/07).  

Menkeu mengatakan yang sedang menjadi pembahasan antar negara mengenai ekononomi digital adalah bagaimana respons dari sisi keuangan, tidak hanya pajak tapi kebijakan secara umum dalam menyikapi ekonomi digital.

“Apa sih dan bagaimana bentuk masa depan yang akan kita bayangkan? Bagaimana respon policy. E-commerce sebetulnya secara tidak langsung bisa menciptakan suatu kompetisi yang bisa menurunkan harga dan kalau harga turun itu inflasi rendah,” jelas Menkeu.

Teknologi secara umum di dalam konteks ekonomi berfungsi untuk meningkatkan produktivitas.

“Dengan teknologi yang sekarang digital dan akses sepertinya menjadi sangat meluas, maka diharapkan dalam jangka panjang, perekonomian dunia akan mengalami produktivitas yang makin tinggi,” tambahnya.

Menkeu mengatakan dalam ekonomi digital, ekosistemnya terdiri dari berbagai macam aspek atau bidang yang sifatnya berhubungan dengan gabungan aktivitas. Ada yang di bidang finansial disebut biasanya fintech kemudian di bidang aktivitas ekonomi komersial atau disebut e-commerce kemudian di bidang pendidikan dan di bidang kesehatan.

“Persoalan yang berhubungan dengan interaksi masyarakat di antara mereka sendiri atau sosial media, bentuknya bisa dalam bentuk platform, bisa dalam bentuk logistik, dalam bentuk payment system atau sistem pembayaran dan dalam bentuk data yang kemudian menggunakan apa yang disebut teknologi digital untuk menahan atau meningkatkan apakah itu dari sisi produktivitas, kualitas, interaksi pengambilan keputusan dan bahkan dari sisi kemampuan inovasi,” jelas Menkeu.(ip/ind/nr)