Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Menkeu Jelaskan Konsep Money Follow Program dalam RAPBN 2017

Jakarta, 20/07/2016 Kemenkeu - Pada rapat kerja dengan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Selasa (19/07), Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro menjelaskan prinsip money follow program berbasis outcome. Prinsip ini akan digunakan dalam penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2017.

Dalam rapat tersebut, Menkeu menjelaskan bahwa konsep tersebut merupakan pendekatan penganggaran yang lebih fokus pada program/kegiatan yang terkait langsung dengan prioritas nasional serta memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Penganggaran money follow program juga mendukung pendekatan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2017, yaitu perencanaan yang holistik (menyeluruh), tematik (terfokus), terintegrasi (terpadu), dan spasial (lokasi yang jelas).

Pada kondisi penurunan belanja kementerian/lembaga (K/L), jelas Menkeu, money follow program diimplementasikan dengan cara mengamankan alokasi pada prioritas; realokasi dari program kegiatan yang telah cukup mendapat penekanan pada tahun-tahun sebelumnya; dan efisiensi program/kegiatan nonprioritas.

Menkeu menguraikan, jika dibandingkan dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016, alokasi belanja K/L dalam pagu indikatif Rancangan APBN 2017 memang lebih rendah Rp14,8 triliun. Namun demikian, penurunan belanja K/L tidak terjadi pada semua K/L secara merata. Terdapat K/L yang tetap mendapatkan kenaikan sesuai dengan prioritas, arahan perundangan dan kewajiban yang terdapat di dalamnya.

“Secara ringkas, terdapat 20 K/L yang alokasinya naik, 8 K/L yang alokasinya tetap, dan 59 K/L yang alokasinya turun,” jelasnya.(ws)