Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Menkeu Jelaskan Strategi Pembiayaan Masa Covid-19 di Forum Toronto Centre

Jakarta, 30/06/2020 Kemenkeu - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengingatkan bahwa shock akibat pandemi ini akan terus ada selama beberapa waktu ke depan dan akan berlangsung dalam jangka waktu yang lama. 

Sebagai respons atas pandemi yang berlangsung secara massif dan cepat, pemerintah membuat pelonggaran batas maksimal defisit APBN selama 3 tahun untuk membantu memulihkan perekonomian nasional sebelum kembali pada disiplin fiskal dengan batas maksimal defisit 3% dari APBN.

“Dalam waktu 3 tahun, kita sudah harus memastikan bahwa kita telah membangun fondasi yang tepat agar proses pemulihan dapat terjadi,” tegas Menkeu pada acara webinar “Post-COVID-19 Crisis: Implications for Financial Stability, Financial Inclusion, Gender Equality, and International Development” yang diselenggarakan oleh Toronto Centre Senin, (29/06). Toronto Centre merupakan lembaga nirlaba yang fokus pada capacity building regulasi dan pengawasan sektor keuangan. 

Menkeu juga mengapresiasi tawaran dari berbagai lembaga multilateral seperti World Bank, IMF, AIIB, dan IDB untuk membantu memulihkan perekonomian Indonesia. Hal ini tidak hanya berhubungan dengan pembiayaan akan tetapi juga menenangkan pasar yang sangat bergejolak dan irasional pada bulan Maret lalu.

Ia mengatakan pembiayaan dari lembaga multilateral termasuk kritis jika hanya merujuk kepada konsorsium bank swasta. Berdasarkan pengalaman saat krisis sebelumnya, biaya yang muncul akan jauh lebih tinggi. Namun, pemerintah akan memanfaatkan pasar surat berharga dalam negeri dengan denominasi Rupiah terlebih dahulu dan juga kemungkinan Bank Sentral untuk membeli dan berpartisipasi pada pasar primer sebelum menggunakan opsi pinjaman dari lembaga multilateral. 

Menkeu menutup acara dengan berpesan agar kita jangan terlena di saat suasana sedang membaik, sehingga saat krisis selanjutnya menghantam, kita memiliki bantalan dan kemampuan untuk menghadapinya, baik pada sisi fiskal, moneter, jaring pengaman sosial, dan bidang-bidang lain. (ws/hpy/nr)