Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Menkeu: Kebijakan Negara Maju Harus Pertimbangkan Negara Berkembang


Jakarta, 17/10/2013 MoF (Fiscal) News - Perlu kerja sama dan koordinasi yang baik antara negara maju dan berkembang untuk memastikan pemulihan ekonomi global berjalan sesuai dengan yang diinginkan. Demikian disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) M. Chatib Basri di kantornya, Rabu (16/10).

Kebijakan dan upaya pemulihan yang dilakukan negara maju, lanjutnya, harus mempertimbangkan dampaknya kepada negara berkembang dan emerging market. "Komunikasi dan pola kebijakan negara maju harus mempertimbangkan pula kepentingan negara berkembang. Misalnya, kita tidak bisa tahan tapering off quantitative easing Amerika Serikat (AS)," jelas Menkeu.

Menkeu mencontohkan, kondisi di Indonesia hingga Bulan Mei sebelum isu penarikan stimulus moneter AS, berjalan sesuai dengan yang ditargetkan pemerintah. Namun, adanya isu tersebut membuat permasalahan internal yang dialami semakin berat. "Ketika tapering di-announce, tiba-tiba negara berkembang jadi punya soal apa-apa. Jadi ketika mereka membuat kebijakan, mereka harus melihat isu di negara berkembang seperti apa," ungkapnya.

Hal tersebut, menurut Menkeu, menjadi pembahasan yang hangat dalam pertemuan internasional. Negara-negara maju pun menanggapinya dengan baik dan akan mengakomodir hal tersebut. "Itu yang saya bilang isu itu ditangkap baik, bahkan AS dukung itu, restoring growth negara berkembang dan negara maju. Sama-sama naik, bukan at the expense of emerging market," tuturnya.(rja)