Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Menkeu: Kenaikan BBM Cegah Subsidi Salah Sasaran

Jakarta, 19/06/2013 Fiscal News MoF – Menteri Keuangan (Menkeu) M.Chatib Basri menyatakan, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang akan segera diberlakukan dapat memperluas ruang fiskal dan membuat kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kembali sehat.

Menkeu menambahkan, kenaikan harga BBM tersebut juga dapat membuat alokasi belanja subsidi BBM menjadi lebih tepat sasaran untuk masyarakat yang membutuhkan. “Kenaikan juga mencegah subsidi salah sasaran dan untuk didistribusikan kepada yang berhak, sehingga efeknya gini ratio dapat menjadi lebih baik,” ujar Menkeu.

Pihaknya berharap, kenaikan harga BBM bersubsidi dapat menekan konsumsi premium dan solar bersubsidi, serta mendorong penggunaan energi alternatif. “Kenaikan dapat membuat konsumsi menjadi berkurang, dan menahan kelebihan kuota. Selain itu, pemanfaatan energi alternatif dapat dimungkinkan,” kata Menkeu. 

Menkeu memastikan, kenaikan harga BBM bersubsidi dapat menekan defisit neraca perdagangan dan mengurangi ketergantungan terhadap impor minyak dan gas bumi (migas). “Kenaikan harga BBM dapat menekan impor migas dan membuat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali stabil,” kata Menkeu.

Selain itu, menurutnya, pengesahan Undang-Undang (UU) APBN Perubahan 2013 dapat membuat kewenangan pemerintah untuk menaikkan harga BBM bersubsidi semakin besar. Pengesahan UU tersebut, lanjutnya, dapat memberikan kepastian kepada investor dan pelaku pasar. “Pengesahan APBN Perubahan dapat memberikan outlook stabil dan menahan gejolak nilai tukar rupiah,” pungkasnya.(nic)